Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Mengintip Amerika, Menggagas Pemilu Elektronik Indonesia
Rabu, 03 November 2004 | 15:53 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Hari ini (3/11) di Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS), Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, angka-angka itu terpampang jelas. Hasil pemantauan suara pemilihan presiden di negara Abang Sam. Hingga pukul 14.25 WIB, untuk sementara George Walker Bush unggul dengan total elektor 249 suara. Sedangkan pesaingnya, John F. Kerry membuntuti dengan 211 suara.

Menurut Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nazarudin Syamsudin yang saat ini tengah ada di AS, ada perbedaan yang amat mendasar antara sistem pemilu presiden di Indonesia dan AS. Indonesia menggunakan sistem pemilu langsung sedangkan AS menggunakan sistem pemilu tidak langsung. Menurut Nazarudin, tidak semua penduduk AS memilih, tapi diwakilkan oleh suara elektor yang jumlah totalnya ada 530. kandidat yang menangguk 270 suara elektor, berhak menjadi presiden Amerika.

Perbedaan lainnya menurut Naarudin adalah, pemilu di Indonesia bersifat terpusat, sedangkan di AS bersifat desentralisasi. Tak heran, menurut Nazarudin kalau semua beban pekerjaan bertumpuk di KPU Pusat sedang di daerah tidak banyak.

Mengintip pelaksanaan pemilu di AS, Nazarudin menyatakan Indonesia sampai pemilu Tahun 2009 belum dapat menggunakan sistem elektronik. Ada beberapa hal yang membuat Nazarudin ragu. Misalnya soal biaya dan kesiapan sumberdaya manusianya.

"Kita membutuhkan banyak pelatihan yag tidak hanya ditujukan kepada Ketua KPPS dan Ketua PPS, tapi ke seluruh petugas yang menyelenggarakan pemilu. Biaya yang diperlukan untuk satu alat saja sekitar tiga ribu dolar AS, kalikan saja dengan jumlah TPS yang ada di Indonesia,” tandas Nazarudin.

Sementara itu, mengamati laju perolehan suara First Secretary Political Kedutaan Besar Amerika Serikat Mark D. Clark menyatakan, siapapun yang nanti akan memenangkan pemilu presiden di negaranya, tidak akan banyak mempengaruhi hubungan politik dengan Indonesia. "Negara anda dan Amerika punya hubungan baik dan produktif, Indonesia merupakan salah satu negara sahabat kita, perbedaan pandangan tentang isu militer dan lain sebagainya tidak akan mengubah hubungan baik itu", jelas Mark.

Evy Flamboyan

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Wartawan dan Diplomat Mendominasi Ruang Pantau Pemilu di Kedubes AS
PKB-NU Jatim Lakukan Rekonsiliasi
KPU Sepakati Rekomendasi Uni Eropa
Tim Advokasi Pemilu Gugat KPU Rp 1,7 Triliun
Uni Eropa Usul Mantan Anggota PKI Diberi Hak Dipilih
Pilkada Langsung Perlukan Dana Miliaran Rupiah
Pejabat KPU Lain Diduga Juga Terlibat Korupsi Senilai Rp 263 Miliar
Depdagri Siap Kerjasama dengan KPU untuk Pilkada Langsung
KPU Banyak Tinggalkan Hutang
Presiden SBY Dipanggil DPR, Gara-gara Suratnya Soal Panglima TNI
> selengkapnya...


Referensi

Jadwal Pemilu 2004 untuk Presiden dan Wakil Presiden
Jadual Pemilu 2004 untuk DPD, DPR dan DPRD
Profil Megawati Soekarnoputri
Profil Susilo B. Yudhoyono
Profil Jusuf Kalla
Keputusan KPU tentang Kampanye Pemilu Presiden dan Wakil Presiden
PP RI No. 9 Tahun 2004 Tentang Kampanye Pemilihan Umum Oleh Pejabat Negara
PP RI No. 51 Tahun 2001 Tentang Bantuan Keuangan Kepada Partai Politik
Laporan Penelusuran Penyumbang “Bermasalah ”
> selengkapnya...

Website

Mahkamah Konstitusi
Situs Hamzah Haz
Situs Wiranto
Partai Demokrat
Info Pemilu
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< November,2004>>
MSnSl RK JS
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data