Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

PKB-NU Jatim Lakukan Rekonsiliasi
Selasa, 02 November 2004 | 22:06 WIB

TEMPO Interaktif, :Surabaya---- Setelah sempat bersitegang selama masa kampanye legislatif dan Pemilu Presiden beberapa waktu lalu, akhirnya Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB dan Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Timur melakukan rekonsiliasi. Acara rekonsiliasi itu digelar Selasa ini, saat buka bersama di Graha Astra Nawa DPW PKB Jawa Timur. Hampir seluruh pengurus elit PKB dan NU Jatim tumplek di acara itu. Ikut pula dalam acara itu adalah beberapa organiasi seperti Ansor, Fatayat, Pagar Nusa, dan beberapa badan otonom di NU lainnya.

"Ini silaturrahmi dalam Bulan Ramadlan," kata Soleh Hayat, Wakil Ketua PWNU Jatim, kepada Tempo. Mantan Wakil Ketua Tim Kampanye Mega-Hasyim ini menambahkan bahwa NU akan menghadiri undangan buka puasa dari kelompok manapun. Apalagi undangan dari PKB yang dinilai masih keluarga besar NU.

Ketegangan yang sempat berlangsung pada masa kampanye, kata Soleh Hayat , merupakan ijtihat politik. Artinya perbedaan pandangan tentang politik. "Kalau sudah selesai, ya selesai," paparnya. Ke depan, tambah Soleh, pemilihan Kepala Daerah bisa digarap bersama-sama. NU menurut Soleh akan mendukung calon kepala daerah yang ditampilkan oleh PKB. Tokoh-tokoh NU, ujar Soleh, akan bergerak mendukung tokoh yang dipilih oleh PKB. "Namun secara institusi tidak, ini hanya tokoh-tokohnya saja," jelasnya.

Wakil Sekretaris DPW PKB, Anwar Sadad, menyatakan silaturrahmi ini sempat berhenti beberapa bulan karena ada perbedaan politik antara elit PKB dan NU pada saat Pemilihan Presiden. Kini ketegangan itu sudah usai, "Dan PKB dan NU kembali bersatu untuk melangkah jauh ke depan," katanya.

Alumni IAIN Sunan Ampel ini mengakui ketegangan itu dipicu oleh pernyataan elit-elit NU yang menganggap PKB sebagai anak durhaka karena tidak memperjuangkan calon wakil presiden dari NU, yakni KH Hasyim Muzadi."Padahal kita mempunyai pandangan politik yang berbeda bahwa pak Hasyim itu bukan wakil resmi dari Nu, tapi mewakili pribadinya. Karena itu PKB merasa tak berkewajiban untuk mendukung," jelasnya. Anwar Sadad berharap ketegangan masa lalu itu diakhiri, apalagi Hasyim sudah kalah. Dan pimpinan PKB, kata Sadad, sudah memerintahkan cabang-cabangnya untuk mendekati cabang-cabang NU sebagai suatu jami'yah dan komunitas.

Pimpinan PKB juga telah merumuskan tiga hal untuk menjaga hubungan dengan NU dinataranya : calon Kepala Daerah yang diusung oleh PKB tetap harus dikonsultasikan dengan NU, dan calon Kepala Daerah harus diusulkan oleh struktur partai mulai dari tingkat yang paling bawah. Jadi tidak hanya diputuskan oleh sekelompok elit cabang.

Adi Mawardi-Tempo




INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

KPU Sepakati Rekomendasi Uni Eropa
Pejabat KPU Lain Diduga Juga Terlibat Korupsi Senilai Rp 263 Miliar
Koalisi Kebangsaan Kuasai Semua Komisi di DPR
Presiden SBY Dipanggil DPR, Gara-gara Suratnya Soal Panglima TNI
Wali Kota Cirebon Mulai Disidang
Mahfud MD Gantikan Alwi Shihab Pimpin PKB
Gus Dur Pecat Alwi Shihab dan Syaifullah Yusuf dari PKB
Kiai Faqih Sarankan Alwi Mundur Saat Muktamar PKB
Alwi Shihab Tak Mau Lepas Jabatan di PKB
Harus Ada Kabinet Bayangan Untuk Awasi SBY
> selengkapnya...


Referensi

Jadwal Pemilu 2004 untuk Presiden dan Wakil Presiden
Profil Megawati Soekarnoputri
Profil Susilo B. Yudhoyono
Profil Jusuf Kalla
Keputusan KPU tentang Kampanye Pemilu Presiden dan Wakil Presiden
PP RI No. 9 Tahun 2004 Tentang Kampanye Pemilihan Umum Oleh Pejabat Negara
PP RI No. 51 Tahun 2001 Tentang Bantuan Keuangan Kepada Partai Politik
Laporan Penelusuran Penyumbang “Bermasalah ”
> selengkapnya...

Website

Mahkamah Konstitusi
Situs Hamzah Haz
Situs Wiranto
Partai Demokrat
Info Pemilu
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< November,2004>>
MSnSl RK JS
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data