Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Sejumlah Warga Mendemo Exxon Mobil
Selasa, 02 November 2004 | 19:17 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:

Lhokseumawe : Sebanyak 32 Kepala Keluarga warga Desa Me Aron, Glock, dan Desa Kanot kecamatan Syamtalira Aron Aceh Utara, berunjuk rasa ke Point A Exxon Mobil Lhoksukon Aceh Utara, Senin 2 November 2004. Aksi yang dibuka pukul 07.00 WIB itu digelar di depan gerbang utama Point A ( tempat fasilitas produksi yang digunakan Exxon). Diikuti puluhan ibu-ibu dan anak-anak, aksi ini berlangsung damai.

Para pendemo menuding Exxon telah menumpahkan bahan kimia awal bulan lalu. Bahan kimia itu, tutur warga, mengalir ke parit lalu ke areal persawahan. Warga di situ umumnya petani sawah. Pencemaran itu, keluh warga, menyebabkan mereka terkena penyakit kulit, gatal-gatal dan batuk-batuk. “ Sekarang sudah lumayan tidak lagi bau, tapi kalau bulan pertama baunya bukan main, ayam yang minum air ini bisa langsung mati. Kini giliran kami yang kena penyakit sesak, gatal, dan batuk, “ ujar Ibu Ainiah, salah seorang warga yang ikut berdemo.

Repotnya, zat kimia itu sudah mulai masuk kedalam sumur yang letaknya dengan parit. Akibatnya, air minum pun ikut tercemar. Sekarang airnya sudah berminyak, setelah mandi kita langsung gatal – gatal,” ungkap Ibu Nurhabsah.

Dalam unjuk rasa yang berlangsung sekitar satu jam itu, 5 orang dari warga dipersilakan masuk untuk berdiskusi dan diterima oleh Staf Humas Exxon. Warga menegasakan bahwa aksi ini semata-mata karena akibat pencemaran itu sudah mencemaskan. “Kami bukan mencari uang lebaran, tapi menuntut agar kami tidak lagi terserang penyakit akibat bahan kimia, “ jadi jangan salah menilai kedatangan kami.” ujar Ainiah


Sementara itu juru bicara Exxon Mobill, Deva Rahman, yang dimintai konfirmasinya oleh Tempo via telepeon selulernya tadi sore, mengakui pihaknya menerima puluhan wanita yang datang dan menyampaikan rasa kekhawatiran mereka terthadap tumpahnya zat kimia awal bulan lalu. Tapi menurut Deva Rahman Exxon tidak pernah menumpahkan zat kimia di lokasi yang dituduhkan warga. Tumpahan bahan kimia itu diduga dilakukan oleh orang tidak dikenal. “Kami tidak tau siapa yang melakukannya, tapi untuk yang tadi pagi kami sudah berdiskusi dengan wakil masyarakat itu,” Ujar Deva.

Imran MA -Tempo






INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Membom Ikan, 5 Ditangkap Polisi
Warga Ingin Sang Timur Direlokasi
Terkait Buyat, Polri Akan Uji Sampel Biota Laut di Serang
Tim Kasus Buyat Targetkan Selesai Pekan Depan
Nabiel Makarim Diperiksa Empat Jam
Kasus Buyat, Nabiel Makarim Diperiksa
CSIRO : Tidak Ada Pencemaran di Buyat
Nelayan Cilacap Dapat Ganti Rugi Rp 14 Miliar
JATAM Tuduh Nabiel Pejabat Publik Tak Bermoral
Berkas Buyat Masih Diteliti Kejaksaan Sulawesi Utara
> selengkapnya...


Referensi

Inpres RI No. 3 Tahun 2000 Tentang Koordinasi Penanggulangan Masalah Pertambangan Tanpa Izin
Keppres RI No. 80 Tahun 1999 Tentang Pedoman Umum Perencanaan dan Pengelolaan Kawasan Pengembangan Lahan Gambut di Kalteng
PP RI No. 53 Tahun 1999 Tentang Perusahaan Umum Kehutanan Negara (Perum Perhutani)
> selengkapnya...

Website

PT Freeport Indonesia
Newmont Indonesia
Berita Bumi
Situs INFORM
Lembaga Informasi Negara


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berlabuh di Kahyangan, Mencicipi Wisata Sumbawa
Wayne Rooney Kecanduan PlayStation
Setio Rahardjo Meninggal Dunia
Menu Istimewa Eros Djarot
Jangan Gula Sembarang Gula

<< November,2004>>
MSnSl RK JS
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data