Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Pemerintah Belum Putuskan Status Aceh
Selasa, 02 November 2004 | 18:48 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Widodo AS menyatakan, pemerintah memiliki dua acuan dalam menyelesaikan separatisme di Provinsi Nanggoe Aceh Darussalam. Acuan tersebut akan menentukan status daerah tersebut, pasca berakhirnya status darurat sipil, 18 November nanti.

Pertama, bagaimana pemerintah mendorong agar segera terwujudnya tata kehidupan masyarakat berdasarkan Undang-Undang Otonomi Khusus Aceh. Kedua, penyelesaian Gerakan Aceh Merdeka, yaitu penyelesaian gerakan separatisme. Hal itu dikatakan Menteri Widodo seusai bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (2/11). Menurut dia, permasalahan tersebut dapat diselesaikan melalui operasi terpadu. Untuk mendorong tata kehidupan sesuai dengan UU Otonomi Khusus, dapat dilakukan melalui operasi pemantapan pemerintahan, pemantapan ekonomi dan kemanusiaan.

Sedangkan penyelesaian masalah gangguan keamanan melalui operasi keamanan dan penegakan hukum. "Ada satu hal yang harus kita catat bahwa permasalahan Aceh ini selesai kala dua masalah ini dapat diselesaikan," katanya. Menurut Widodo, gerakan separatis dapat dikatakan selesai bila pemimpin gerakan tersebut serta para pengikutnya sudah menyerah, berikut dengan persenjataan mereka.

Menurutnya, saat ini, masih ada beberapa daerah yang menjadi konsentrai kekuatan gerakan separatis. Sedangkan anggota GAM yang masih tersisa berjumlah 2.500 orang lebih, dengan kekuatan senjata sekitar 850 pucuk. "Ini suatu potensi, kalau tidak diselesaikan bisa jadi permasalahan ke depannya," kata Widodo.

Karena itu, pemerintah kini belum dapat memutuskan apakah akan memperpanjang status darurat sipil di Aceh, atau tidak. Menurut dia, ada beberapa alternatif yang tengah dipertimbangkan. Pertama, status darurat sipil diperpanjang. Kedua, diperpanjang di beberapa wilayah saja. Ketiga, diturunkan ke status tertib sipil dengan tetap mengakomodasi penegakan hukum dan operasi penegakan keamanan. "Ini yang akan kita kaji dan rekomendasikan," katanya.

Untuk itulah, kata Widodo, jajaran Kementerian Politik, Hukum, dan Keamanan yang tergabung dalam Badan Pelaksana Harian Penguasa Darurat Sipil Pusat melakukan kunjungan ke Aceh, Senin kemarin. Rombongan yang dipimpin Widodo itu terdiri dari, Menko Kesra Alwi Shihab, Menteri Dalam Negeri M. Ma?ruf, Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah, Jaksa Agung Abdul Rahman Saleh dan Kapolri Jendral Da'i Bachtiar.

Menurut Widodo, tujuan utama dari kunjungan itu adalah melihat secara langsung dan menghimpun data di lapangan. Dari kunjungan tersebut, disusun rekomendasi untuk keputusan mengenai status Aceh. "Dari situ kita berharap ada masukan-masukan obyektif yang akan kita rumuskan ke dalam rekomendasi," katanya.

Yura Syahrul - Tempo

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

LSM Usulkan Tiga Poin untuk Darurat Sipil di Aceh
Aceh Working Group Evaluasi Darurat Sipil di Aceh
Sejumlah Menteri Cari Masukan Soal Status Aceh
Pertempuran Di Sawang, 6 Anggota GAM Tewas
Komite Sentral Aceh Tolak Perpanjangan Daruat Sipil
Jajaran Menteri Rapat Memutuskan Darurat Sipil di Aceh
Pemerintah Diminta Terapkan UU Pertahanan Gantikan Darurat Sipil
Hari Meminta Widodo Perhatikan Penegakan Hukum
Status Darurat Sipil Aceh Akan Dievaluasi
Widodo A.S Tidak Bersedia Menerima Wartawan
> selengkapnya...


Referensi

Operasi Militer di Aceh
Empat Tahap Resolusi Konflik
Komisi Kebenaran $ Rekonsiliasi
Inpres No. 224 soal Abdullah Puteh
Keppres RI No. 2 Tahun 2004 Tentang Pendirian Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Malikussaleh Lhokseumawe
UU RI No. 18 Tahun 2001 Tentang Otonomi Khusus Bagi Propinsi Daerah Istimewa Aceh Sebagai Propinsi NAD
> selengkapnya...

Website

Kementerian Politik dan Keamanan
Kepolisian Republik Indonesia


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< November,2004>>
MSnSl RK JS
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data