Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Malaysia

Menteri Fahmi ke Malaysia Selesaikan TKI Ilegal
Selasa, 02 November 2004 | 17:19 WIB

TEMPO Interaktif, Kuala Lumpur:Menteri tenaga kerja dan Transmigrasi Fahmi Idris tiba di Kedutaan Besar Republik Indonesia Kuala Lumpur sore ini pukul 16.15 waktu setempat. Fahmi disambut Duta Besar Rusdiharjo bersama beberapa diplomat lainnya.

Di KBRI, Fahmi, disambut oleh ribuan TKI yang sedang mendaftakan diri untuk program amnesti. Menteri Fahmi, sempat bertanya kabar kepada para TKI yang berada di halaman KBRI. Menteri juga meninjau kounter pengurusan SPLP (surat Perjalanan Laksana Paspor), dan meninjau ratusan TKW bermasalah yang kini berada di penampungan KBRI Kuala Lumpur.

Dalam kunjungan ke Malaysia, Menteri Fahmi akan bertemu dengan Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Abdullah Ahmad Badawi dan juga rakan sejawatnya Menteri Keselamatan Dalam Negeri Dato’ Azmi Bin Khalid.

Masalah penmting yang akan dibicarakan Fahmi dengan paran petinggi di Malaysia itu, antara lain ; berusaha melegalisasikan TKI illegal. Alasannya? "TKI kita pasti masih sangat diperlukan di sini, oleh itu saya yakin kalaupun mereka harus dipulangkan maka saya akan berusaha supaya 500 ribu dari 700 ribu TKI yang pulang bisa dipekerjakan di Malaysia lagi secara sah,"kata Fahmi.

Selain itu Menteri Fahmi akan mencoba supaya jangka waktu amnesti diperpanjang, mengingat akan bersamaan pengiriman pulang TKI illegal dengan mereka yang akan mudik lebaran. "Sistem pemulangan secara bertahap juga akan menjadi bahan perbincangan dengan Pak Badawi dan Pak Azmi Khalid,"ujar Fahmi.


Selama ini, Menteri yang baru dipecat dari Partai Golkar melihat transportasi tidak ada masalah. Karena kedua negara akan bekerja sama dalam penyediaan kapal untuk pengangkutan TKI.

Dalam jangka panjang, Fahmi juga akan membincangkan dasar kebijakan kedua negara tentang perlindungan TKI di sektor informal yang selama ini terabaikan. "Isu TKI illegal tidak menganggu hubungan baik Malaysia – Indonesia, dan jangan sampai isu ini berterusan tanpa kontrol dan manajemen yang baik,"ujar Fahmi.

T.H. Salengke

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Pemerintah Siapkan 13 Ribu Bus Angkut TKI
Golkar Tolak Gugatan Fahmi Idris
Presiden Besok Jemput TKI di Riau
Presiden SBY akan Jemput TKI di Pelabuhan Dumai
Partai Rakyat Demokratik Usulkan Komisi DPR Dibekukan
Menteri Fahmi Idris Siang Ini Tiba di Kuala Lumpur
Ketua Mahkamah Konstitusi Temui Pimpinan DPR
Dokumen Kekayaan Menteri Fahmi Idris Belum Lengkap
Ribuan TKI Tiba di Batam dan Tanjungpinang
Seratus TKW Berangkat Ke Malaysia
> selengkapnya...


Referensi

Profil Fahmi Idris
Studi Perlindungan TKI Ditinjau dari Aspek Pembiayaan
HAK ASASI BURUH MIGRAN INDONESIA
KepMenakertrans nomor KEP-104A/MEN/2002 tentang Penempatan TKI ke Luar Negeri
UU No. 13 Tahun 2003 Tentang Kentenagakerjaan
Buruh Migran Meninggal hingga September 2003
Kebutuhan dan Penempatan TKI 2002
Kebutuhan dan Penempatan TKI ke Luar Negeri (2001-2004)
> selengkapnya...

Website

Direktorat Jenderal Pembinaan dan Penempatan TKI
PJTKI
Depnakertrans
LSM buruhmigran
Jaringan LSM buruh migran Asia
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< November,2004>>
MSnSl RK JS
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data