|
Jakarta
Presiden dan DPR Bertemu Selesaikan Konflik
Selasa, 02 November 2004 | 14:03 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berharap persoalan antara pemerintah dengan DPR dapat diselesaikan secara demokratis melalui pembicaraan siang ini dengan pimpinan DPR. Sekitar pukul 13.00 WIB Presiden Yudhoyono bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla bertemu dengan pimpinan DPR di Gedung MPD/DPR.
Pertemuan ini dimaksudkan untuk membicarakan berbagai persoalan yang menyangkut hubungan pemerintah dengan DPR akhir-akhir ini. Agenda pertemuan ini dijadwalkan secara mendadak diluar agenda resmi presiden maupun wakil presiden. "Selelah kemarin bertemu ketua mahkamah konstitusi, ketua mahkamah agung, dan pagi ini bertemu ketua dewan perwakilan daerah, saya harapkan dalam pertemuan dengan pimpinan DPR siang ini dapat menyelesaikan semua persoalan secara demokratis," kata Presiden Yudhoyono dalam pidato tanpa teksnya dimuka puluhan diplomat asing di Istana Negara Jakarta, Selasa (2/11).
Menurut presiden, persoalan yang terjadi antar pemerintah dengan DPR lebih disebabkan proses penyelesaian dalam melaksanakan hasil amandemen UUD 1945. Akibat amandemen, terjadi perubahan sistem pemerintahan mulai dari pemilihan presiden secara langsung dan penerapan sistem dua kamar (bikameral) di parlemen. Dengan perubahan sistem ini rakyat perlu waktu untuk membiasakan diri.
Menurut Sekretaris Kabinet, Sudi Silalahi, pemerintah tidak menghendaki terjadinya kontroversi akibat persoalan diinternal DPR maupun persoalan hubungan pemerintah dengan DPR. "Presiden Yudhoyono, hanya berharap DPR secepat mungkin menyelesaikan masalah internalnya. Sehingga, mekanisme kemitraan pemerintah dengan DPR dapat segera berjalan,"kata Sudi.
Soal instruksi presiden yang meminta semua menteri dan pejabat negara untuk tidak menghadiri semua undangan DPR, menurut Sudi, presiden hanya berniat menunda sementara waktu hingga masalah internal DPR dapat selesai. "Kita tidak ingin ada kontroversi di DPR, karena kalau misalnya ada menteri yang dipanggil, kemudian ada kontroversi di DPR kita tidak ingin menteri kita di ping-pong kesana kemari," kata Sudi beralasan.
Sapto Pradityo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|