|
Nasional
Perangkat Sosial Cegah Terjadinya Terorisme
Selasa, 02 November 2004 | 02:38 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Wakil Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Robertus Robert mengusulkan perbaikan perangkat sosial untuk menanggulangi aksi terorisme. ?Yang dibutuhkan sebenarnya bukan UU Antiterorisme yang berpeluang melanggar HAM, melainkan perangkat sosial yang baik untuk mencegah terjadinya terorisme,? ujar Robert kepada Tempo, Senin (1/11).
Robert melihat akar permasalahan bangsa Indonesia adalah hilangnya peran kewargaan setiap warga negara, sehingga memberikan potensi terjadinya konflik horisontal. Dia menjelaskan dua permasalahan mendasar yang melanda bangsa ini, yaitu hilangnya solidaritas dan memudarnya toleransi keberagaman.
Arus reformasi yang sedemikian deras, katanya, memaksa masyarakat segera berlari, padahal sebelumnya untuk berdiri saja sangat sulit. Alhasil, gerakan civil society tidak diimbangi dengan adanya kesadaran citizenship. Kemerdekaan dadakan yang diperoleh membingungkan masyarakat akan peran sosialnya yang baru.
Kebingungan inilah yang akhirnya memicu maraknya persoalan identitas, yang bermuara pada kekerasan, misalnya terorisme. Lebih lanjut dia menambahkan, jalan keluar masalah ini adalah perlunya mentransformir politik kewargaan yang baru. ?Transformasi yang menjelaskan seperti apa manusia Indonesia dalam kolektif negara,? jelas Robert.
Solusi lain yang ditawarkan Robert adalah minimalisasi kekerasan struktural yang selama ini terjadi. ?Kasus bom di Indonesia juga merupakan salah satu bentuk representasi hasil kekerasan struktural yang dialami umat Islam sejak zaman Soeharto,? ujarnya. Dengan dibereskannya perangkat-perangkat sosial yang ada, diharapkan akan menstabilkan kondisi negara yang bergejolak sekaligus membangun perekonomian yang adil bagi masyarakat.
Eko Arie Wibowo ? Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|