|
Seratus TKW Berangkat Ke Malaysia
Senin, 01 November 2004 | 23:15 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:SEMARANG- Ditengah ramainya gelombang pemulangan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal, Pemerintah Jawa Tengah malah memberangkatkan 100 tenaga kerja ke Malasyia. Para pekerja yang umumnya perempuan itu berasal dari berbagai daerah di Jawa Tengah. Walau dirundung cemas, tekad para pencari kerja itu sudah bulat : mengais rejeki di negeri jiran itu. Di sana mereka akan bekerja di Western di Penang dan Polar Twin di Selangor.
Upacara pelepasan TKI itu terasa istimewa, dihadiri sejumlah pejabat seperti Ali Mufiz - Wakil Gubernur Jawa Tengah , Diah Anggraeni - Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi serta pengusaha Perusahaan Jasa TKI (PJTKI) yang memberangkatkan para pekerja itu. Setelah dijamu dengan acara buka puasa bersama, para pekerja itu lalu diberangkatkan Pesawat Merpati.
Para pekerja itu mengaku bahwa untuk mengurus keberangkatan ke negeri seberang itu, diperlukan biaya rata-rata Rp 4,5-5 juta per orang untuk masa kontrak 2 tahun. Untuk pembayaran ini dikenakan dengan system tunai dan kredit.. “Kurang lebih 5 jutaan untuk keberangkatan ini. Saya ambil yang kredit. Jadi gaji saya nanti dipotong tiap bulan selama 14 bulan 150 ringgit,”kata Diana, salah seorang pekerja asal Cilacap. Di negeri serumpun itu, Diana akan bekerja di Polartwin, sebuah perusahaan pembuat jam untuk detak jantung atlet.
Tidak semua pekerja yang berangkat itu adalah tenaga kerja baru. Ada pula yang sudah pernah malang melintang di Malasyia dan kini berangkat lagi. Ernani asal Klaten misalnya, pernah bekerja di Malaka. Menurut pengakuannya, untuk keberangkatan kali ini ia membayar tunai lima juta rupiah.
Para pekerja ini sempat merasa khawatir dengan berita-berita tentang TKI yang dikembalikan ke Indonesia. Namun mengingat keberangkatan mereka yang legal , mereka merasa lebih nyaman. “Sempat takut juga sih, tapi karena dilakukan disnakertrans saya merasa aman. Masak Disnakertrans akan menipu dan menimbulkan masalah,”kata Diana yang mengaku lulusan STM Dr Sutomo Cilacap.
Wakil Gubernur Ali Mufiz menyatakan keberangkatan para TKW ini merupakan salah satu upaya Pemerintah Jawa Tengah untuk bisa mengawasi keluar masuknya TKI, melalui pengawasan satu pintu. Diharapkan hal ini dapat dilakukan untuk pemulangan para pekerja itu, nantinya. Dengan pelayanan satu pintu ini diharapkan para TKI/TKW ini bias dipantau setiap bulannya.“PJTKI setiap bulannya nanti akan memantau kondisi pekerja di asrama. Kalau ada masalah menimpa mereka. Ini sebagai langkah awal pemberangkatan,”kata Ali Mufiz.
Sementara itu, direncanakan pada Selasa (2/11) besok akan tiba 102 TKI dari Malaysia di Bandara Ahmad Yani. Dari 102 ini, 2 diantaranya adalah TKI asal Jawa Tengah sementara 100 lainya berasal dari Jawa Timur.
Dian Yuliastuti--Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|