Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

KONTRAS Minta Deplu Proaktif Sikapi Pelanggaran HAM di Thailand
Senin, 01 November 2004 | 22:24 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KONTRAS) telah mengirim surat kepada Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda. Mereka meminta pemerintah bertindak lebih konkrit dan proaktif dalam masalah pelanggaran HAM di Thailand.

Seperti diketahui, pekan silam pasukan militer dan polisi Thailand melakukan tindakan brutal terhadap ratusan pengunjuk rasa di Thailand Selatan dalam satu tempat yang sempit. Akibatnya 84 orang tewas dalam insiden tersebut.

KONTRAS menyayangkan sikap Pemerintah yang menganggap kasus itu sebagai masalah domestik Thailand. “Ini sulit diterima, karena Pemerintah RI sesungguhnya bisa mengambil langkah yang lebih keras”, ujar Koordinator KONTRAS Usman Hamid, Senin (1/11) di Jakarta.

Menurut Usman, tragedi di Thailan itu bersifat lintas negara. Karena itu, Indonesia sebagai negara yang mengajukan diri sebagai Ketua Komisi HAM PBB tahun depan, mestinya bisa bersikap lebih keras. Karena jika terpilih, Indonesia ditantang untuk berani menyikapi kasus seperti itu. “Kalau untuk Thailand saja sudah lemah bagaimana dengan negara yang lebih besar?" ujarnya menanyakan.

KONTRAS menawarkan dua solusi untuk dilakukan pemerintah. Pertama, Indonesia menjadi mediasi penyelesaian kasus Thailand sebagai bentuk intervensi kemanusiaan (humanitarian intervention). Kedua, Indonesia membangun mekanisme regional Asia, sehingga tidak ketinggalan dalam menyelesaikan masalah HAM. "Jadi, kalau pun Indonesia menjadi Ketua Komisi HAM, itu karena prestasi bukan hanya karena kebetulan dapat giliran”, ucapnya.

Indonesia secara resmi telah mengajukan diri menjadi Ketua Komisi HAM PBB. Sejumlah LSM, termasuk KONTRAS, mendukung langkah pemerintah itu.

Ewor - Tempo

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Kontras Surati Menlu Soal Tragedi Thailand
Presiden Larang Penyisiran Warga Asing
Indonesia Kecam Peledakan Bom di Thailand
Kepala Penjara Tangerang Sudah Tegur Anak Buahnya
LBH Laporkan Petugas Penjara yang Todongkan Senjata
LBH Jakarta Minta Petugas LP Tangerang yang Lakukan Penodongan, Diberhentikan
Indonesia Prihatin Atas Peledakan Bom di Thailand
LBH Jakarta Tindaklanjuti Penodongan Aktivis HAM
Kontras Kutuk Pemerintah Thailand
Ribuan TKI Berjejal di KBRI Kualumpur
> selengkapnya...


Referensi

UU RI No. 1 Tahun 2001 Tentang Pengesahan Persetujuan Antara Pemerintah RI dan Pemerintah Hongkong Untuk Penyerahan Pelanggar Hukum Yang Melarikan Diri (Agreement Between The Government Of The Republic Of Indonesia and The Government Of Hongkong For The S
Kepres RI No.108 Thn.2003 Tentang Organisasi Perwakilan RI Di Luar Negeri
Kepres RI No. 87 Thn.2003 Tentang Tim Nasional Peningkatan Ekspor Dan Peningkatan Investasi
> selengkapnya...

Website

Departemen Luar Negeri


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [2]


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< November,2004>>
MSnSl RK JS
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data