Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ryamizard Membantah Pencalonannya sebagai Panglima Dihambat Kelompok Tertentu
Senin, 01 November 2004 | 21:06 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Jakarta- Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal Ryamizard Ryacudu membantah bahwa pencalonannya sebagai Panglima TNI dihambat oleh kelompok tertentu. Dia menegaskan tidak ada pengelompokkan dalam TNI Angkatan Darat. Tidak ada pula kekuatan yang menghambat maupun mendorongnya untuk maju mengantikan Panglima TNI Jendral Endriartono Sutarto. Bantahan itu disampaikan Ryamizard usai melangsungkan upacara pembaretan calon Panglima Komando Strategi Angkatan Darat(Pangkostrad) Letjend Hadi Waluyo, hari ini senin (1/1) di Sanggabuana Kerawang, Jawa Barat.

Rymizard berkali membantah soal isu adanya rivalitas kelompok di kalangan TNI Angkatan Darat. "Tidak ada keleompok-kelompok, semua Angkatan Darat (AD) kelompok saya.” Ryamizard menegaskan bila memang ada kelompok-kelompok di tubuh Angkatan Darat, dia tak segan-segan memecatnya. "Tidak boleh ada kelompok-kelompok, kalau ada saya pecat. Saya marah kalau kelompok-kelompok itu benar ada.”

Dia sendiri mengatakan tidak memahami istilah konservatif, seperti yang disebutkan beberapa orang terhadapnya. Dia juga menegaskan saat ini masih tetap sebagai Kepala Staf Angkatan Darat. Begitu juga Panglima TNI tetap dijabat oleh Endriartono. "Saya adalah Kepala Staf Angkatan Darat, sampai kapan? sampai besok, lusa, atau tahun depan saya tidak tahu. Saya tidak pernah mikir jabatan," ujarnya.

Mengenai berlarut-larutnya pembahasan pengunduran diri Panglima Endriartono, Ryamrizard menampik untuk mengomentarinya. "Kita di sini (Markas Besar Angkatan Darat) tidak berlarut-larut. Itu urusan politik. Itu masalah DPR. Jadi kalau berlarut-larut jangan tanya sama kami, kami tidak mengerti," ungkapnya.

Ketika ditanya soal pencalonannya sebagai Panglima TNI, Ryamizard menukas, "Saya nggak ngerti, saya ini obyek atau apa?" ujarnya kepada wartawan. Ryamrizard mengatakan sebagai prajurit. dirinya akan mengikuti dan melaporkan semua perintah.
Ryamrizard juga mengakui bahwa dirinya tidak peduli apakah dia bakal diparkir atau tetap dipakai. "Kalau saya mau diparkir silahkan. Kalau mau dipakai silahkan. Tergantung atasan bagaimana baiknya."

Selain dihadiri oleh Kasad, upacara pembaretan Pangkostrad baru itu, juga dihadiri oleh sejumlah petinggi TNI lainnya.

Sunariyah-- Tempo


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Sejumlah LSM Persoalkan Kenaikan Anggaran Pertahanan
Panglima TNI: Jangan Politisir TNI
Letnan Jenderal Hadi Waluyo, Pangkostrad Baru
DPR Prioritaskan Surat Megawati Soal Panglima TNI
Surat Mega Dibahas, Macetnya Pergiliran Dipertanyakan
Surat Presiden Megawati Bisa Ditarik Presiden Yudhoyono
Presiden Tidak Akan Hadiri Sidang Interpelasi DPR
DPR Tetapkan Ryamizard Sebagai Panglima TNI
Pimpinan DPR ke Istana Ketemu Presiden.
DPR Bahas Pengangkatan Ryamizard
> selengkapnya...


Referensi

Sejarah TNI AU
Profil Ryamizard Ryacudu
Spesifikasi F-16
Profil Endriartono Sutarto
Kepres RI No. 28 Thn.2003 Tentang Pernyataan Keadaan Bahaya Dengan Tingkatan Keadaan Darurat Di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam
UU RI nomor 3 Tahun 2002 Tentang Pertahanan Negara

Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< November,2004>>
MSnSl RK JS
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data