Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Gawat, Anggota DPR Bakal Rebutan Ruangan
Senin, 01 November 2004 | 20:23 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Perseteruan di Senayan, tampaknya kian seru saja. Dua kubu yang bertikai bakal saling berebut ruang rapat. Rapat Kelompok Fraksi (Poksi) yang digelar Senin siang ini, molor karena masalah ruang rapat ini. Sejatinya agenda yang dibahas dalam rapat itu ada tiga yaitu: pembacaan dan pengukuhan nama-anama anggota Poksi, meminta anggota untuk mulai bekerja dan menandatangani mosi tidak percaya kepada pimpinan DPR. Pimpinan DPR memang dikuasai oleh Koalisi Kebangsaaan. Dan Poksi adalah bentukan Koalisi Kerakyatan –dimotori oleh PAN, PKS dan Partai demokrat - sebagai tandingan dari komisi-komisi yang dikuasai oleh Koalisi Kebangsaan, yang dimotori oleh Golkar dan PDI perjuangan.

Tapi belum lagi pembahasan tiga agenda tadi dimulai, sejumlah interupsi bertaburan. Umumnya mempersoalkan ruangan tempat melakukan rapat Poksi dan soal kehadiran Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPR, sebagai tanda sahnya rapat itu.. Beberapa peserta rapat mendesak agar sidang diskors sembari memberi waktu kepada pimpinan sidang memanggil Sekjen.

Fuad Bawazier dari fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) mengatakan, " Kalau komisi yang sudah dibentuk dengan tidak sah itu bisa memakai ruang rapat komisi, kita juga boleh. Begitu juga sebaliknya. Jika kita tidak boleh, mereka juga tidak". Salah seorang anggota dari fraksi PAN bahkan memprotes pimpinan sidang yang menurutnya terkesan takut memakai fasilitas ruang rapat yang tersedia.

Habibi dari fraksi Partai Demokrat bahkan mengancam tidak mau rapat jika tidak digelar di ruang rapat komisi. Dia mengancam akan walk out jika rapat terus dilanjutkan tanpa kehadiran sekjen. Tapi, sampai rapat berakhir, dia tetap tidak beranjak dari kursinya walaupun sekjen tidak kunjung datang.

Banyak lagi interupsi-interupsi yang isinya sebenarnya sama. Intinya mereka menginginkan fasilitas yang sama dengan apa yang diperoleh komisi yang dibentuk oleh Koalisi Kebangsaan. Rapat ini berlangsung alot. Berulangkali palu gagal diketuk untuk mensahkan satu keputusan karena banyaknya interupsi.

Namun di antara panasnya para anggota Dewan, masih ada segelintir orang yang bisa berpikiran jernih. Djamaluddin Malik adalah salah satunya. Dia meminta agar dewan berjuang dengan hati dingin dan agar mau menerima untuk sementara rapat diadakan di ruang rapat masing-masing fraksi. Dia juga meminta pimpinan rapat mengadakan konfrensi pers untuk memberi pernyataan kepada publik mengenai kelompok fraksi ini,
yang didampingi Syarief Hasan (Partai Demokrat), Mustafa Kamal (Wakil ketua fraksi PKS), Zulkifli Hasan (Fraksi PAN), dan Ardi Muhammad (Fraksi BPD).


Suliyanti--Tempo

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Ichlasul Amal: Perilaku DPR Membuat Rakyat Makin Muak
Presiden Larang Menteri Hadiri Rapat DPR
Koalisi Kerakyatan Bekerja Lewat Gapoksi
Hidayat Nur Wahid Tidak Ingin Mencampuri DPR
Rapat Komisi Jalan Terus
Siang Ini, Presiden akan Bertemu dengan Ketua MK
Ketua MK Siap Atasi Krisis DPR
DPR Prioritaskan Surat Megawati Soal Panglima TNI
Ketua DPR Inspeksi Pasar
Mosi Tidak Percaya Koalisi Kerakyatan
> selengkapnya...


Referensi

Pembahasan Penonaktifan Akbar Tanjung di DPR
UU Nomor 4 tahun 1999 tentang Susunan dan Kedudukan MPR, DPR dan DPRD

Website

Lembaga Informasi Negara


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [2]


Berita Terakhir

Taksi Terbakar di Jalan MT Haryono
Presiden Diminta Beri Sanksi Heru Lelono
Selasar Sunaryo Gelar 'A Decade Of Dedication'
Penyidikan Korupsi PT Telkom Senilai Rp 110 Miliar Terancam Macet
Wakil Presiden: Cina dan Indonesia Saling Membutuhkan

<< November,2004>>
MSnSl RK JS
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data