Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Presiden Larang Penyisiran Warga Asing
Senin, 01 November 2004 | 20:02 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberikan instruksi kepada Wakil Kapolri Komisaris Jendral Adang Darajatun, agar menindak tegas para pelaku aksi penyisiran dan pengusiran warga negara asing. Terutama berkaitan dengan aksi sekelompok orang di Solo, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu, yang menyisir warga negara Thailand di sana.

Hal itu disampikan Menteri Luar Negeri Nur Hassan Wirajuda, usai mendampingi Presiden menerima sembilan Duta Besar negara-negara ASEAN untuk Indonesia, di
kantor Kepresidenan, Jakarta, Senin (1/11). "Dubes Thailand (Atchara Seriputra) memberikan informasi dan perkembangan terakhir di Thailand Selatan (kepada Presiden)," kata Hassan.

Menurut dia, Dubes juga menyampaikan penghargaan atas respon pemerintah Indonesia yang cepat, dalam memberikan perlindungan kepada warga negaranya di sini. "Berupa dikerahkannya polisi di Kedutaan dan rumah kediaman," kata dia.

Seperti diketahui, pekan lalu puluhan warga muslim Thailand tewas dalam aksi demonstrasi di Pattani, Thailand Selatan. Kejadian ini menimbulkan aksi
demonstrasi dan memicu kemarahan sebagian umat Islam di Indonesia. Menurut Presiden, demonstrasi dan demokrasi adalah hal yang wajar. Tapi upaya memberikan perlindungan kepada warga negara asing di Indonesia, adalah hal yang sangat penting dilakukan.

Berkaitan dengan berita terjadinya aksi penyisiran terhadap warga negara Thailand yang non muslim di Solo, Presiden segera memberikan responnya. "Tentu perlu dicek kebenarannya. Tapi Presiden telah memberikan respon ketika pagi ini membaca berita tersebut," kata Hassan.

Yura Syahrul - Tempo

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Indonesia Kecam Peledakan Bom di Thailand
Indonesia Prihatin Atas Peledakan Bom di Thailand
Ribuan TKI Berjejal di KBRI Kualumpur
Lintas Departemen Antisipasi Pemulangan Massal TKI dari Malaysia
Pemerintah Bahas Pemulangan 700 TKI Ilegal
Stabilitas Politik Indonesia Makin Kondusif
Indonesia Menentang Sanksi Uni Eropa pada Myanmar
Deplu Jamin Kepulangan Fitri
Polisi Amati Gerak-gerik Adrian di Los Angeles
Pelaku Bom di KBRI Paris Masih Gelap
> selengkapnya...


Referensi

UU RI No. 1 Tahun 2001 Tentang Pengesahan Persetujuan Antara Pemerintah RI dan Pemerintah Hongkong Untuk Penyerahan Pelanggar Hukum Yang Melarikan Diri (Agreement Between The Government Of The Republic Of Indonesia and The Government Of Hongkong For The S
Kepres RI No.108 Thn.2003 Tentang Organisasi Perwakilan RI Di Luar Negeri
Kepres RI No. 87 Thn.2003 Tentang Tim Nasional Peningkatan Ekspor Dan Peningkatan Investasi
> selengkapnya...

Website

Departemen Luar Negeri


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< November,2004>>
MSnSl RK JS
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data