Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Hamid: Banyak TKI yang Tertipu
Senin, 01 November 2004 | 19:48 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Hamid Awaluddin menemukan banyak calo tenaga kerja Indonesia (TKI) berkeliaran di Malaysia. Hamid melakukan kunjungan ke Malaysia untuk melihat kesiapan aparat imigrasi untuk pemulangan TKI ke Indonesia.

Menurut Hamid, calo tersebut menipu TKI yang ingin mengurus Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) yang dikeluarkan pihak imigrasi. Dokumen ini diperlukan untuk kepulangan TKI ke Indonesia.

”Saat ini telah ada sekitar 20 ribu TKI yang mengurus dokumen dari 700 ribu,” kata Hamid usai melaporkan hartanya ke Komisi Pemberantasan Korupsi, Senin (1/11).

Penipuan tersebut, lanjut Hamid, biasanya dengan menaikkan ongkos paspor. Menurut ketentuan, setiap TKI harus membayar 40 ringgit untuk mendapatkan paspor. ”Harga itu dinaikkan oleh calo sampai 200 ringgit,” ujarnya. Pihaknya sudah mengimbau pada TKI yang akan mengurus paspor untuk tidak percaya pada calo paspor tersebut.

Hamid menjelaskan, pihaknya tidak dapat menindak calo yang banyak berkeliaran. ”Kita tidak punya kewenangan untuk menindak karena ada di wilayah Malaysia,” ujarnya. Menurutnya, calo yang tertangkap akan diproses sesuai dengan hukum di Malaysia. Hamid juga menengarai calo-calo tersebut berasal dari Indonesia.

TKI yang tertipu oleh calo, kata Hamid, tidak berani melaporkan penipuan ini pada petugas imigrasi yang ada di sana. ”Penipuan tersebut bisa saja melibatkan orang dalam, tapi untuk bekerja seperti ini tidak harus bekerja dengan orang lain,” ujarnya. Penipuan yang banyak terjadi justru dilakukan oleh teman dekat sendiri.

Untuk mengatasi ini, Hamid memerintahkan bawahannya untuk membuat poster tentang tata cara mengurus paspor tersebut. ”Dengan gambar saja sehingga mudah dibaca, dan akan ditempelkan di sentra-sentra TKI di Malaysia,” kata dia.

Menurut Hamid, prosedur mengurus paspor ini sangat mudah. Setelah datang langsung ke KBRI, TKI lantas mengambil formulir untuk diisi. ”Hanya mengisi nama, alamat secara lengkap,” ujarnya. Formulir yang telah diisi tersebut selanjutnya diserahkan ke loket pelayanan. Proses ini akan berakhir dengan ditunjuknya agen biro perjalanan yang akan membawa TKI ilegal ke Indonesia.

Pemerintah Malaysia akan memberi batas waktu sampai 14 November guna pemberian amnesti. Januari tahun depan, pemerintah Malaysia akan menggelar razia besar-besaran pada TKI ilegal dan warga yang izin masa tinggalnya habis tapi tidak memanfaatkan amnesti.

Sutarto - Tempo

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Swasta Malaysia Tawari Bantuan Pemulangan TKI
Belum Ada Persiapan Khusus Sambut TKI Di Tanjung Emas
TKI Keluhkan Buruknya Perlakuan di Malaysia
Pemda Kepri Sediakan Empat Penampungan TKI
Besok, 83 TKI Asal Jatim Tiba
LSM: Eksodus TKI Besar-besaran pada H-3
Rusdihardjo: TKI Kurang Tertarik Program Amnesti
Ratusan TKI Ilegal Mulai Memasuki Dumai
Sekitar 700 Ribu TKI dari Malaysia Mudik Lebaran
Malaysia Pulangkan 200 Ribu TKI Ilegal Asal Jatim
> selengkapnya...


Referensi

Studi Perlindungan TKI Ditinjau dari Aspek Pembiayaan
HAK ASASI BURUH MIGRAN INDONESIA
Beberapa Kebijakaan Penempatan TKI ke Luar Negeri
KepMenakertrans nomor KEP-104A/MEN/2002 tentang Penempatan TKI ke Luar Negeri
UU No. 13 Tahun 2003 Tentang Kentenagakerjaan
Buruh Migran Meninggal hingga September 2003
Kebutuhan dan Penempatan TKI 2002
Kebutuhan dan Penempatan TKI ke Luar Negeri (2001-2004)
> selengkapnya...

Website

Direktorat Jenderal Pembinaan dan Penempatan TKI
PJTKI
Depnakertrans
LSM buruhmigran
Jaringan LSM buruh migran Asia
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< November,2004>>
MSnSl RK JS
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data