Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Ichlasul Amal: Perilaku DPR Membuat Rakyat Makin Muak
Senin, 01 November 2004 | 18:36 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Pengamat Politik asal Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta Prof Dr Ichlasul Amal menyatakan, perseteruan DPR di Senayan antara kelompok Koalisi Kebangsaan dengan Koalisi Kerakyatan berkembang semakin tidak sehat. Perilaku anggota DPR, membuat rakyat semakin muak karena para wakil rakyat itu mempertontonkan sikap kekanak-kanakan.

?Konflik mereka bukan menyangkut sebuah kebijakan publik atau memikirkan rakyat, tetapi jelas untuk sebuah kedudukan yaitu komisi. Masyarakat jelas melihat hal itu dan tentu masyarakat akan semakin muak melihat perilaku yang demikian. Rakyat semakin kecewa karena mempunyai wakil rakyat hanya memikirkan nasib mereka sendiri,? kata Ichlasul Amal menjawab pertanyaan Tempo, Senin (1/11) di Yogyakarta.

Dikatakan Amal, yang muak atas perseteruan dua kelompok DPR bukan hanya rakyat tetapi juga anggota DPR yang masih baru. Wajah-wajah baru di DPR, kata Amal, tentu awalnya membayangkan akan terjadi perdebatan dan pembahasan masalah bermutu di Senayan. Namun kenyataannya, kata Amal, mereka melihat perseteruan yang tidak esensial dan sangat tidak bermutu.

Sementara tentang adanya dua koalisi di DPR RI, menurut Amal, sebenarnya sangat bagus jika masing-masing berperan sebagai oposisi dan pendukung atas kebijakan pemerintah. Hanya sayangnya, kata Amal, yang terjadi saat ini sama sekali tidak berkait dengan kebijakan yang diambil pemerintah melainkan murni perseteruan internal DPR.

?Saya sendiri juga heran, kenapa Golkar dan PDIP tampak begitu ngotot dan tidak bermain cantik. Masalah ketua dan wakil ketua komisi itu bukanlah sesuatu yang prinsip kenapa mereka sangat bernafsu padahal akibatnya citra mereka di masyarakat menjadi jelek,? kata Amal yang juga mantan Rektor UGM.

Jika perseteruan internal di DPR terus berlanjut, kata Amal, jelas akan mengganggu kinerja DPR. Tugas-tugas legislasi, advokasi dan sebagainya akan terhambat karena masing-masing anggota DPR sibuk mengurusi masalah konflik.

Baik kelompok Kebangsaan dan Kerakyatan, kata Amal, harus segera menyelesaikan konflik tersebut. Mereka, kata dia, harus bisa mengambil langkah-langkah kompromi berkait masalah yang ada. ?Mestinya mereka mengedepankan tata tertib yang ada. Ketua DPR-nya harus tegas. Kalau tata tertibnya proporsional, yaa mestinya dilakukan. Kalau semuanya diambil lewat voting, koalisi Kebangsaan tentu akan menang mutlak,? kata Guru Besar Fisipol UGM ini.

Konflik di tubuh DPR saat ini, menurut Amal, tidak bisa diartikan telah terjadi krisis politik di Indonesia. Sebab, kata dia, konflik dan krisis hanya terjadi di tubuh DPR sementara di pemerintahan masih tetap normal. Konfliknya di DPR pun, kata Amal, sifatnya bukan kelembagaan melainkan soal tata tertib.

?Jadi Mahkamah Konstitusi saya kira juga sulit untuk masuk dalam masalah di DPR ini karena konflik yang ada sifatnya hanya masalah tata tertib dalam memilih ketua komisi. Pemerintahan tidak ada masalah, sehingga biar DPR menyelesaikan sendiri masalah mereka,? kata Amal.

Syaiful Amin?Tempo



INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Presiden Larang Menteri Hadiri Rapat DPR
Koalisi Kerakyatan Bekerja Lewat Gapoksi
Hidayat Nur Wahid Tidak Ingin Mencampuri DPR
Rapat Komisi Jalan Terus
Siang Ini, Presiden akan Bertemu dengan Ketua MK
Ketua MK Siap Atasi Krisis DPR
DPR Prioritaskan Surat Megawati Soal Panglima TNI
Ketua DPR Inspeksi Pasar
Mosi Tidak Percaya Koalisi Kerakyatan
Alvin Lee Turuti Putusan Fraksi
> selengkapnya...


Referensi

Pembahasan Penonaktifan Akbar Tanjung di DPR
UU Nomor 4 tahun 1999 tentang Susunan dan Kedudukan MPR, DPR dan DPRD

Website

Lembaga Informasi Negara


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [7]


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< November,2004>>
MSnSl RK JS
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data