Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Sejumlah LSM Persoalkan Kenaikan Anggaran Pertahanan
Senin, 01 November 2004 | 17:08 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Indonesian Corruption Watch (ICW) Kontras dan Imparsial mempertanyakan rencana kenaikan anggaran pertahanan menjadi 5,58 persen (Rp 46 triliun) oleh Menteri Pertahanan. Pernyataan diungkapkan dalam siaran pers bersama "Mempertanyakan rencana kenaikan anggaran pertahanan" di Kantor Kontras Jakarta, Senin (1/11).

Ketiga LSM tersebut tidak setuju dengan rencana Menhan. Ada lima alasan yang mendasari, pertama, kondisi keuangan negara yang terbatas, dengan devisit RAPBN 2005 0,8 persen. Padahal, belum memperhitungkan harga minyak yang mencapai US$ 54 per barel.

Kedua, kontra produktif dengan program pemerintah dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Peningkatan anggaran melalui kenaikan pajak akan menurunkan kemampuan menabung masyarakat dan investasi swasta, sedangkan alternatif pinjaman bukan solusi.

Ketiga, Indonesia berbeda dengan Amerika Serikat, yang dengan perang dapat meningkatkan investasi industri senjata yang menyerap tenaga kerja banyak.

Keempat, pemerintah belum dapat merealisasikan kebutuhan anggaran bagi sektor lain seperti pendidikan (harus 20 persen), kesehatan (baru 2,5 persen), penegakan hukum dan HAM (baru 1,3 persen).

Kelima, Tingkat ancaman keamanan Indonesia yang belum mendesak untuk meningkatkan anggaran.

Mereka juga mengajukan beberapa solusi diantaranya efisiensi anggaran pertahanan, pengurangan anggaran untuk TNI AD melalui pengapusan komando eritorial secara bertahap, memperjelas pertahanan dan keamanan melalui pembagian tugas dan wewenang TNI dan Polri yang jelas serta pemangkasan birokrasi untuk memperkecil kebocoran anggaran.

Eworaswa - Tempo

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Panglima TNI: Jangan Politisir TNI
Letnan Jenderal Hadi Waluyo, Pangkostrad Baru
DPR Prioritaskan Surat Megawati Soal Panglima TNI
Surat Mega Dibahas, Macetnya Pergiliran Dipertanyakan
Surat Presiden Megawati Bisa Ditarik Presiden Yudhoyono
Presiden Tidak Akan Hadiri Sidang Interpelasi DPR
DPR Tetapkan Ryamizard Sebagai Panglima TNI
DPR Bahas Pengangkatan Ryamizard
Kusnanto Anggoro : Presiden Tak Wajib Datang ke DPR
TNI Perlambat Penerimaan Taruna untuk Regenerasi
> selengkapnya...


Referensi

Sejarah TNI AU
Spesifikasi F-16
Profil Endriartono Sutarto
Kepres RI No. 97 Thn.2003 Tentang Pernyataan Perpanjangan Keadaan Bahaya Dengan Tingkatan Keadaan Darurat Militer Di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam
Kepres RI No. 71 Thn.2003 Tentang Penghapusan Keadaan Darurat Sipil Di Provinsi Maluku
Kepres RI No. 28 Thn.2003 Tentang Pernyataan Keadaan Bahaya Dengan Tingkatan Keadaan Darurat Di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< November,2004>>
MSnSl RK JS
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data