|
Lingkungan
LSM Berharap Tim Teknis Buyat Bertindak Independen
Senin, 01 November 2004 | 13:14 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Jakarta – Gabungan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang menangani kasus Buyat seperti Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) dan Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) berharap tim teknis dapat bertindak independen. Koordinator Nasional Jatam, Siti Maimunah, mengatakan "Kami berharap Tim dapat bekerja keras dan independen, sehingga hari ini didapat kesimpulan akhir," katanya di sela-sela rapat tim teknis di Ruang Kalpataru, hari ini, Senin (1/11).
Siti mengatakan, tim teknis yang telah melalui proses yang sulit dalam penyelidikan dugaan pencemaran kasus Buyat cukup produktif. "Kami harap hasilnya akan mengakhiri semua kebingungan publik sebagai akibat publikasi PT. Newmont dan laporan sepihak Mantan Menteri Lingkungan Hidup, Nabiel Makarim, di website tertanggal 19 Oktober yang lalu," ujarnya.
Senada dengan Maimunah, Raja Siregar dari Walhi menyebutkan penelitan tim terpadu berbeda dengan penelitian yang dilakukan WHO, Institute Minamata dan Badan Penelitian Australia CSIRO. "Penelitian kami yang paling lengkap dan menyeluruh,” katanya. Alasan Raja, penelitian LSM itu mencakup aspek fisika, kimia, biologi yang terkait dengan kualitas lingkungan di perairan Teluk Buyat. Serta potensi dampak pada kehidupan laut dan manusia.
Yang membedakan kajian tim terpadu dengan studi-studi terdahulu, menurut Raja, karena memperlihatkan kondisi sesungguhnya dari teluk dan warga setempat, serta sumber yang mengakibatkan pencemaran. Siaran pers yang dilayangkan Walhi dan Jatam Minggu 31 Oktober lalu menyebut sanggahan beberapa ahli internasional atas isi penelitian CSIRO dan WHO.
Siaran pers tersebut mengutip pernyataan dari Dr. Alan Tingay, Ahli Lingkungan yang berpengalaman sebagai konsultan bidang pertambangan mengatakan, "Data CSIRO jelas menunjukan jutaan ton limbah tambang (tailings) Newmont di Teluk Buyat adalah sumber logam beracun yang terus menerus." Ia menjelaskan, walau belum jelas apakah Newmont sebagai sumber masalah kesehatan karena membuang limbah, tapi saat ini Newmont perlu menghentikan pelepasan zat-zat beracun kedalam teluk yang menjadi sandaran hidup masyarakat.
Untuk menguatkan argumentasinya, siaran pers juga mengutip pernyataan David Silver, M.D, Asisten Profesor Klinis di Departemen Pengobatan Preventif dan biometrik, Universitas Colorado Amerika Serikat, yang telah mengunjungi Teluk Buyat belum lama ini. Menurut David, "Newmont terburu-buru mengumumkan bahwa mereka tidak bersalah."
Ia menjelaskan, tidak perlu diperdebatkan warga setempat yang menderita berbagai masalah kesehatan yang kronis. "Tidak seharusnya kita mencoret kemungkinan dalam jangka panjang zat-zat yang terdapat dalam limbah tambang seperti: arsen, antimon, cadmium, sianida, seng, timah, tembaga, dan nikel, walaupun dalam kadar rendah dapat berkontribusi pada masalah kesehatan penduduk desa," katanya.
rr ariyani-Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|