|
Yogyakarta
PDI-P Daerah, Dukung Pemurnian Kwik Kian Gie
Senin, 01 November 2004 | 04:12 WIB
TEMPO Interaktif, Yogyakarta: Deklarasi Komite Pemurnian PDI Perjuangan yang didengungkan Ketua Balitbang PDI Perjuangan Kwik Kian Gie, langsung mendapat respon di tingkat daerah.
Para kader dan pengurus PDI Perjuangan di daerah, menyatakan dukungannya terhadap pemurnian PDI Perjuangan. Hanya saja, mereka meminta pemurnian partai tidak didasari atas suka dan tidak suka melainkan betul-betul untuk kepentingan PDI Perjuangan ke depan.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta, Andri Subiantoro kepada Tempo, Minggu (31/10) mengatakan, di setiap partai politik pasti ada kelompok yang oportunis dan petualang politik. Kelompok-kelompok ini, kata dia, hanya mencari keuntungan pribadi dan seringkali merugikan partai yang bersangkutan.
"Untuk pemurnian dan membersihkan partai dari kelompok oportunis dan petualang, bukan hanya keinginan Kwik Kian Gie saja tetapi keinginan mayoritas kader. Sudah seharusnya PDIP ditata dengan baik dan diisi oleh orang-orang yang profesional, bersih sehingga citra partai juga menjadi baik," kata Andri.
Hanya saja, kata Andri, untuk melakukan pembersihan dan pemurnian partai harus tetap melalui mekanisme yang telah diatur. Partai, kata Andri, tidak boleh memecat atau mencopot salah seorang pengurus seenaknya atau dasar dasar suka dan tidak suka.
"Ada mekanisme yang telah diatur AD/ART. Kemudian kalau dikaitkan dengan the gang of three, mereka juga harus diberi kesempatan membela diri secara fair. Kami di daerah tidak mau terjebak dalam konflik seperti itu. Yang dibutuhkan adalah partai yang betul-betul profesional dan bersih," kata Andri.
Sementara Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah PDIP Provinsi DI Yogyakarta Nuryadi mengatakan, secara prinsip para kader PDIP mendukung setiap langkah untuk pembersihan terhadap kelompok oportunis dan petualang politik.
Bahkan, kata Nuryadi, pembersihan bukan saja kepada para petualang tetapi juga kepada pengurus yang dinilai tidak mampu menjalankan tugas dan kewajiban.
Syaiful Amin - Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|