|
Nasional
Cianjur Diterjang Banjir Bandang
Minggu, 31 Oktober 2004 | 03:46 WIB
TEMPO Interaktif, Cianjur:Ratusan rumah warga di Kampung Sarongge Desa Sirnagalih Kecamatan Cilaku Kabupaten Cianjur diterjang banjir bandang, Sabtu pukul 18.00 WIB.
Banjir yang menyapu rumah warga berasal dari aliran Sungai Sarongge yang meluap. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Berdasarkan pengamatan Tempo News Room di lokasi kejadian, sekitar 15 rumah hancur. Rata-rata dindingnya jebol oleh arus air. Enam orang warga terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Umum Cianjur karena mengalami luka berat akibat hanyut dan tertimpa dinding rumah yang jebol.
Menurut Subarkah (66), banjir datang ketika warga sedang berbuka puasa. Saat itu, hujan turun dengan deras sejak pukul 16.00 WIB. Warga yang tidak siap hanya bisa menyelamatkan diri dengan cara naik ke atas genting. "Saya bersama istri dan dua anak hanya bisa lari ke loteng dan menyaksikan air menjebol dinding rumah."
Masih menurut Subarkah, banjir besar ini merupakan yang pertama dalam 10 tahun terakhir. "Tahun 1994 pernah banjir besar, tapi tidak separah sekarang," kata Subarkah.
Banjir yang datang tiba-tiba tersebut menggenangi perkampungan sekitar 2 jam lebih. Ketinggian air mencapai 2 meter. Warga yang terkepung air tidak bisa ke mana-mana karena arus air yang sangat deras. Seorang warga bernama Dede (20) yang mencoba menyelamatkan diri sempat terbawa hanyut. Untung dia bisa diselamatkan tim dari Satan Polisi Pamong Praja Kabupaten Cianjur yang dikerahkan ke lokasi.
Selain Dede, tercatat empat warga lain mengalami luka berat, masing-masing Agus, Dadan, Eli, dan Ujang. Akibat peristiwa tersebut, ruas jalan Cianjur-Sukabumi mengalami kemacetan berjam-jam. Sebagian arus kendaraan terpaksa dialihkan ke jalan alternatif dalam kota.
Dari data sementara di Posko Darurat, 108 warga kehilangan tempat tinggal. Mereka kemudian ditampung di rumah-rumah warga yang tidak kebanjiran. Selain itu, aparat setempat membuka posko darurat di Madrasah Al-Ijtihad dan Gudang Pupuk Sriwijaya Cabang Cianjur.
Ketua DPRD Kabupaten Cianjur, Ade Surahman, dan Wakil Bupati Cianjur, Dadang Rachmat yang pada saat kejadian langsung ke lokasi banjir langsung memberikan pertolongan dengan membuka posko dan dapur umum. Menurut Ade, yang pertama dilakukan adalah menyelamatkan warga yang kehilangan tempat tinggal serta memberikan bantuan berupa makanan dan medis. "Kami juga mendirikan dapur umum karena saat kejadian warga sedang berbuka puasa. Sementara untuk korban luka-luka kami siapkan tim medis dan siaga di Rumah Sakit Umum Cianjur," ujar Ade.
Hingga berita ini ditulis, sekitar pukul 23.00 WIB, petugas masih melakukan pendataan dan memberikan pertolongan. Sementara warga banyak yang mulai membersihkan rumah dan memunguti barang-barang yang masih bisa diselamatkan. deden abdul aziz
INDEKS BERITA LAINNYA :
|