Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Kwik Deklarasikan Komite Pemurnian PDIP
Sabtu, 30 Oktober 2004 | 22:30 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Kwik Kian Gie menyatakan siap menerima sanksi jika dianggap bersalah karena menginginkan memurnikan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

“Saya siap diberi sanksi apabila Megawati Soekarnowati (Ketua Umum PDIP) mengganggap saya bersalah karena ingin memurnikan partai,” katanya dalam konferensi pers Deklarasi Komite Pemurnian PDI Perjuangan, Sabtu (30/10).

Menurut Ketua Balitbang PDIP tersebut, komite lahir karena kegagalan partai dalam menjalankan misi politik: memperjuangkan rakyat kecil dan mempertahankan PDIP sebagai partai yang dicintai dan didukung rakyat.

Kwik menjelaskan, dengan berkembang suburnya praktek ideologi uang dan kekuasaan seperti money politic dan KKN yang dilakukan oleh oknum-oknum PDIP, terutama dipelopori oleh kelompok The Gang of Three, maka secara struktur semua pengurus partai di semua tingkatan vertikal maupun di sektor fungsional partai telah terjangkit wabah ideologi uang dan kekuasaan untuk. “Maka kami memprakasai gerakan pembersihan partai ini", papar Kwik yang menjabat sebagai Ketua Presidium Komite Pemurnian PDIP tersebut.

Untuk itu, lanjutnya, Balitbang PDIP Pusat, pada 28 September 2004 melakukan survey melalui iklan di 11 media cetak untuk mendengar aspirasi masyarakat tentang PDIP

Hasilnya, ada 7.100 surat yang berasal dari kota-kota di seluruh Indonesia dan luar negeri seperti Jepang, Kanada, Singapura dan Amerika. Hampir seluruh surat berisi keluhan terhadap kondisi partai saat ini dan kekecewaan atas kekalahan Megawati.

Selain itu, harapan adanya upaya pemulihan yang dibarengi dengan pembersihan dan pemurnian partai, keinginan untuk merebut kemenangan pada Pemilu 2009 serta harus ada yang bertanggung jawab atas kegagalan PDIP.

Gerakan pemurnian ini, kata Kwik, bukan badan yang permanen, hanya bertujuan terselenggaranya kongres luar biasa untuk memurnikan partai. “Tidak ada tendensi apapun. “Sebelum survey saya sudah menghubungi Megawati, tetapi ternyata tidak direspon." evy flamboyan


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Kader PDI Perjuangan Kumpulkan Tandatangan Dukungan buat Kwik
Kader PDIP Kota Kediri Tolak KLB
Kantor DPP PDIP Dijaga Ketat
Fungsionaris PDIP Minta Koalisi Kebangsaan Dibubarkan
Koalisi Kebangsaan Gagal Karena Pembentukannya Mepet
Soetjipto: Kwik Tidak Patuh Aturan
PDIP Tidak Akan Gelar Kongres Luar Biasa
Pembentukan Dewan Penyelamat Partai PDIP Tidak Sesuai AD/ART
Caleg PDIP Digugat Kader PDIP Rp 110 Juta
Dua Kader PDIP Dipecat Karena Tidak Pilih Bupati Golkar
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [3]


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< October,2004>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data