Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

LSM: Eksodus TKI Besar-besaran pada H-3
Sabtu, 30 Oktober 2004 | 06:51 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Aktivis Migrant Care Wahyu Susilo memperingatkan pemerintah untuk mewaspadai hari-hari terakhir eksodus tenaga kerja Indonesia (TKI) ilegal dari Malaysia.

Menurut Wahyu, puncak pemulangan TKI yang mendapat amnesti akan terjadi pada H-3 dan H-4 sebelum batas akhir pemulangan, 14 November 2004, yang juga mendekati saat Lebaran.

Hal tersebut, kata Wahyu, terjadi karena majikan di Malaysia masih enggan melepaskan mereka. "Majikan biasanya menahan gaji mereka dan gaji baru diberikan dua-tiga hari sebelum lebaran," ujarnya.

Dalam kondisi yang mepet tersebut, kata Wahyu, akan sangat rentan terjadi permainan harga, baik pesawat maupun feri karena dalam musim puncak. Hal ini dipersulit lagi dengan percaloan. "Pemerintah harus mengantisipasi hal ini," ujarnya.

Wahyu memperkirakan pemerintah akan kelabakan pada hari-hari terakhir. Hal itu karena pemerintahan baru berjalan seminggu, dan permasalahan yang ada memerlukan menajemen krisis yang cepat. "Sementara pemerintah tidak terbiasa merespon secara cepat," ujarnya.

Wahyu mengingatkan kejadian pada pengalaman buruk pemulangan TKI di Nunukan pada 2002. Saat itu, katanya, pemulangan 300 ribu hingga 400 ribu TKI berlangsung dalam waktu yang lebih panjang, Agustus hingga Oktober, namun terjadi korban jiwa hingga 80 TKI meninggal.

Ia khawatir tanpa kesiapan ekstra kejadian tersebut terjadi lagi. Untuk itu ia mengingatkan agar pemerintah mewujudkan posko-posko pemulangan TKI terpadu yang memberikan fasilitas pelayanan kesehatan dan informasi kepada TKI. "Kalau tidak, persoalan akan terakumulasi dan akan timbul kerawawan," ujarnya.

Wahyu mengingatkan bahwa berhasil tidaknya penanganan krisis pemulangan TKI ilegal dari Malaysia ini akan menjadi penilaian sukses tidaknya kinerja 100 hari pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono.

Erwin Z - Tempo

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Rusdihardjo: TKI Kurang Tertarik Program Amnesti
Ratusan TKI Ilegal Mulai Memasuki Dumai
Sekitar 700 Ribu TKI dari Malaysia Mudik Lebaran
Malaysia Pulangkan 200 Ribu TKI Ilegal Asal Jatim
Mahkamah Konstitusi Mengabulkan Uji Materi UU Ketenagakerjaan Sebagian
Koalisi LSM Desak Pemerintah Benahi Pemulangan TKI
Derita TKI di Malaysia Menunggu Pulang.
300 Ribu TKI Dipulangkan Selama Masa Amnesti
Rapat Koordinasi Kementrian Kesra Bahas Pemulangan TKI dari Malaysia
Rakor Kesra untuk TKI Belum Dimulai
> selengkapnya...


Referensi

Studi Perlindungan TKI Ditinjau dari Aspek Pembiayaan
HAK ASASI BURUH MIGRAN INDONESIA
Beberapa Kebijakaan Penempatan TKI ke Luar Negeri
KepMenakertrans nomor KEP-104A/MEN/2002 tentang Penempatan TKI ke Luar Negeri
UU No. 13 Tahun 2003 Tentang Kentenagakerjaan
Buruh Migran Meninggal hingga September 2003
Kebutuhan dan Penempatan TKI 2002
Kebutuhan dan Penempatan TKI ke Luar Negeri (2001-2004)
> selengkapnya...

Website

Direktorat Jenderal Pembinaan dan Penempatan TKI
PJTKI
Depnakertrans
LSM buruhmigran
Jaringan LSM buruh migran Asia
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [2]


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< October,2004>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data