|
Nasional
Rusdihardjo: TKI Kurang Tertarik Program Amnesti
Jum'at, 29 Oktober 2004 | 21:02 WIB
TEMPO Interaktif, Kuala Lumpur:Duta Besar RI untuk Malaysia Rusdihardjo mengaku kecewa dengan sikap tenaga kerja Indonesia (TKI) ilegal di Malaysia. Menurut dia, TKI tersebut kurang tertarik pemberian amnesti pemerintah Malaysia.
Buktinya, kata dia, dari sekitar 700 ribu TKI ilegal di Malaysia, yang mengajukan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) untuk pulang kampung hanya sekitar 70 ribu orang. "Saya sedih dan kecewa melihat kecilnya persentasi ini," ujar Rusdihardjo, Jumat (29/10) menjelang buka puasa.
Menurutnya, respon TKI yang kurang menggembirakan akan merepotkan semua pihak. Kantor kedutaan maupun kantor konsulat yang siap melayani TKI mengurus SPLP kini menunggu kedatangan TKI.
Layanan, kata dia, dimulai pukul 07.00 sampai 22.00 waktu Malaysia. Pihaknya juga sudah bekerja sama dengan berbagai maskapai penerbangan, angkutan kapal, maupun agen-agen perjalanan lain guna kelancaran pemulangan TKI.
Rusdihardjo mengimbau agar para TKI tidak perlu menunggu sampai akhir Ramadan atau menjelang Lebaran. Bila semua TKI berpikiran sama (pulang menjelang Lebaran), kata dia, akan mempersulit pengurusan surat naik di KBRI maupun di konsulat. "Selain itu, juga mempersulit penanganan di perjalanan," katanya.
TH Salengke - Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|