|
Nasional
Presiden Isyaratkan Tidak Akan Naikkan Harga BBM
Jum'at, 29 Oktober 2004 | 14:52 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengisyaratkan pemerintah tidak akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). ?Pertimbangannya, pemerintah tidak memiliki keinginan untuk menambah beban hidup masyarakat,? kata Susilo dalam pidato
peresmian fasilitas produksi, pengolahan, dan penampungan minyak dan gas terapung Belanak - ConocoPhillips, di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Jum'at (29/10).
.
Presiden mengamati harga minyak dunia mengalami lonjakan yang di luar perkiraan. Di satu sisi, kondisi ini akan memperbesar penerimaan negara. Tapi di sisi lain, peningkatan ini justru meningkatkan subsidi pemerintah terhadap harga bahan bakar di dalam negeri. ?Sebab di samping mengekspor produksi minyak kita, juga mengimpor bahan bakar minyak untuk konsumsi dalam negeri,? katanya.
Karena itu, Susilo menambahkan, pemerintah akan bersikap hati-hati dalam
menangani masalah ini. Menurutnya, pemerintah tidak berkeinginan menambah beban hidup masyarakat. Dimana bagian terbesar dari masyarakat masih hidup dengan kemampuan ekonomi yang serba terbatas.
Tapi di sisi lain, pemerintah dihadapkan pada masalah defisit anggaran yang
terus membengkak. ?Yang tentunya juga akan berdampak pula bagi pembangunan
nasional,? katanya. Untuk itu, pemerintah berupaya mengembangkan kebijakan yang tepat.
Menurut Susilo, di satu sisi pembangunan ekonomi juga harus berjalan dengan baik untuk rakyat. Jadi, kebijakan yang akan dikembangkan oleh pemerintah menyusul kenaikan harga minyak di pasar internasional, katanya.
Sebelumnya, Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala
Bappenas Sri Mulyani menyatakan, tidak ada rencana pemerintah menaikkan harga BBM. Meski harga minyak internasional terus melambung di atas US$ 50 per barel,
yang membuat subsidi pemerintah jadi membengkak, kata dia, pemerintah tetap
akan berpegang pada revisi APBN 2004 yang telah disepakati bersama DPR. ?Semuanya tetap mengacu pada APBN 2004? kata Sri, usai sidang kabinet tentang penyusunan program kerja pemerintah 100 hari pertama.
Yura Syahrul?Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|