Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Kapolri: Polisi Pasif Bergerak
Jum'at, 29 Oktober 2004 | 12:37 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Kepala Kepolisian RI Jenderal Da'i Bachtiar mengatakan, polisi pasif bergerak menangkap dua otak pemboman Dr. Azahari dan Noordin Muhamad Top. "Masih banyak polisi yang menunggu pasif di kantor. Kalau ada polisi bilang habis masyarakatnya lama sih lapornya, ini karena polisinya kurang aktif," kata Da'i usai melantik Kapolda Kalimantan Selatan dan Papua yang baru di Mabes Polri, Jumat (29/10).

Ia mengatakan, polisi harus bergerak untuk mencapai target 100 hari ditangkapnya kedua teroris itu. Pihaknya juga menambah sarana mobil dan motor untuk meningkatkan mobilitas polisi. "Mobil dan motor ditambah supaya polisi jangan nongkrong di kantor, tapi harus mobile," kata dia.

Ia menyebutkan, salah satu kasus meledaknya bom rakitan di Cicurug, Sukabumi ditangani polisi karena sudah ada laporan dari masyarakat, bukan dari hasil penelusuran polisi. "Nah kalau dia mobile bergerak di masyarakat maka tidak akan lama waktu antara bom meledak di rumah sampai laporan masyarakat," sesalnya.

Selain menambah jumlah kendaraan, pihaknya juga menambah tim pengejaran. Seluruh Kapolda sudah diperintahkan agar Polsek-Polsek yang ada ditengah-tengah masyarakat betul-betul bergerak.

Seperti diucapkannya beberapa waktu lalu, tadi juga Da'i katakan bahwa pihaknya terus berusaha mencapai target 100 hari untuk menangkap Azahari dan Noordin. "Karena sebetulnya sudah dekat (jejak kedua orang itu) hanya memang masih bisa lolos," kata dia.

Dalam serah terima jabatan hari ini dua Kapolda yang diganti adalah Kapolda Kalimantan Selatan yang semula dijabat Brigjen Doddy Sumartiawa digantikan Brigjen Sudibyo. Doddy menggantikan posisi Irjen Timbul Silaen yang pensiun, menjadi Kapolda Papua.

Martha Warta Silaban - Tempo

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Indonesia Prihatin Atas Peledakan Bom di Thailand
Hakim Kasus Ba'asyir Tidak Dikawal Khusus
Terkait Buyat, Polri Akan Uji Sampel Biota Laut di Serang
Pemukul Polisi Dalam Sidang Baasyir Ditahan.
Habib Riziq: Dakwaan untuk Ba'asyir, Dagelan
Ba'asyir Didakwa Sebagai Motivator Berbagai Pemboman Di Indonesia
Deregulasi Jadi Program 100 Hari Mari Pangestu
Polisi: Nabiel Belum Jadi Tersangka
Sidang Ba'asyir Berakhir dengan Tertib
Pendukung Ba'asyir Unjuk Rasa di PN Solo
> selengkapnya...


Referensi

Kronologi Kasus Abdul Jabar
Perjalanan Ali Gufron
Kronologi Kasus Imam Samudra.
Jenderal Laskar Istimata
Rangkaian Pencabut Nyawa
Imam Samudra: ”Demi Allah, Tak Akan Selesai”
InpresRI No. 5 Thn 2002 (kepada Kepala Badan Intelijen Negara sehubungan dengan terorisme)
Inpres RI No. 4 Thn 2002 (kepada Menteri Negara Koordinator Bidang Politik dan Keamanan sehubungan dengan terorisme)
UU RI No.15 Thn 2003 Tentang Penetapan PERPU 1/2002 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, Menjadi Undang-Undang
> selengkapnya...

Website

Majelis Mujahidin Indonesia
Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta
Kepolisian Republik Indonesia
Departemen Luar Negeri


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< October,2004>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data