|
Nasional
TNI Perlambat Penerimaan Taruna untuk Regenerasi
Jum'at, 29 Oktober 2004 | 04:02 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pangdam Jaya Mayjen Agustadi Sasongko Purnomo mengatakan, kemungkinan TNI memperlambat penerimaan taruna untuk tetap memungkinkan terjadinya regenerasi. Pernyataan ini disampaikannya usai berbuka puasa bersama di Kodam Jaya, Jakarta, Rabu (27/10).
“Mungkin penerimaan taruna diperlambat sedikit, bisa dua tahun sekali, itu bisa diatur,” jawabnya saat ditanya regenerasi TNI yang terhambat karena UU TNI mengatur pensiun perwira sampai umur 58 tahun.
Lebih lanjut Agustadi mengatakan, TNI akan tetap melakukan regenerasi walaupun harus menetapkan cara tersendiri agar personel yang bukan perwira dapat menempati posisi penting di TNI (perwira).
Menurutnya, perpanjangan usia pensiun perwia TNI sampai 58 tahun sudah lama direncanakan TNI, bahkan polisi sudah mendahului. “Saya pikir usia 55 tahun merupakan usia puncak, seorang personel terlihat sehat dan masih bagus,” dia memberi alasan.
Dia mencontohkan di Amerika, Kepala Staf Angkatan Daratnya berumur 61 tahun tapi belum dipensiunkan, karena dianggap mampu.
Mengenai promosi atau naiknya jabatan personel TNI, Agus mengungkapkan hal itu karena prestasi, bukan hal yang otomatis diperoleh personel TNI. “Jadi tidak setiap dua tahun sekali naik seperti bintara tamtama, tidak seperti itu,” tandasnya.
“Tentara naik pangkat atau jabatan karena prestasi. Kalau tidak ada prestasi ya jalan di tempat saja,” tambahnya.
Untuk mengatur regenarasi, TNI saat ini masih menghitung dan mengatur organisasinya. “Tiap hari kan ada yang pensiun, nah sekarang kita mengatur promosi itu,” katanya. Dia mengungkapkan TNI tidak akan mempensiunkan para perwira tinggi sebelum memasuki masa pensiun.
Sunariah - Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|