Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Indonesia Prihatin Atas Insiden di Thailand
Jum'at, 29 Oktober 2004 | 03:33 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Juru Bicara Departemen Luar Negeri Marty Natalegawa menyatakan Pemerintah Indonesia berduka atas kematian 84 warga muslim setelah terjadi unjuk rasa di Propinsi Narathiwat, Thailand Selatan.

Marty menegaskan bahwa insiden ini merupakan masalah dalam negeri Thailand, namun sebagai sesama anggota ASEAN Indonesia sangat peduli dengan kejadian tersebut.

Menurut rencana, sore ini Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Thailand akan melakukan briefing mengenai insiden tersebut dengan Pemerintah Thailand.

"Indonesia percaya Pemerintah Thailand akan melakukan penyelidikan sebagaimana mestinya guna mengungkap kebenaran di balik insiden yang tragis ini," jelas Marty ketika dihubungi Tempo, Rabu (27/10).

Sementara juru bicara Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Suripto dalam pertemuannya dengan Marty Natalegawa di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pagi tadi (27/10) menyatakan peristiwa yang terjadi di Thailand Selatan bukan urusan dalam negeri Thailand sendiri, tetapi merupakan urusan internasional karena menyangkut pelanggaran HAM berat.

Berbeda dengan Departemen Luar Negeri, PKS mengharapkan sikap tegas pemerintah terhadap masalah ini. “Untuk itu kami meminta kepada Pemerintah Indonesia untuk menyatakan sikapnya secara tegas, bukan hanya memberikan penyataan turut berduka cita," tegas Suripto.

Fraksi PKS mengharapkan Pemerintah Thailand untuk membentuk “Fact Finding Mission Team” yang terdiri dari perwakilan negara-negara ASEAN untuk menemukan pelaku utama peristiwa tersebut.

“Tidak kalah pentingnya adalah menangkap dan menghukum pihak yang bertanggung jawab terhadap peristiwa yang merupakan genocide tersebut," tegas Suripto.

Flamboyan - Tempo

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Delegasi Uni Eropa Ingin Lihat Aceh dan Papua Langsung.
PKS Serukan Boikot Produk Thailand
Kontras Kutuk Pemerintah Thailand
SBY Ingatkan Pejabat Kejasaan Agung
Abilio Hadiri Sidang Permohonan Pertamanya di MK
SBY Didesak Segera Selesaikan Pelanggaran HAM Berat
Pasal 43 UU No. 26 Dinilai Penghambat Pengajuan Kasus HAM
Buyung Tolak BIN Diberi Kewenangan Menangkap
Komnas HAM Diminta Usut Kekerasan yang Dialami Aktifis Prodemokrasi
Pangdam Aceh Ajak Komnas HAM Tindaklanjuti Laporan HRW
> selengkapnya...


Referensi

Komnas HAM dalam Tragedi Semanggi dan Trisakti
PEMBUNUHAN MASSAL DI AFDELING IV PT. BUMI FLORA ACEH TIMUR
PERLINDUNGAN SAKSI DAN KORBAN DALAM PERADILAN HAM
UU RI No. 26 Tahun 2000 Tentang Pengadilan HAM
PP RI No.3 Thn 2002 Tentang Kompensasi ,Restitusi, Dan Rehabilitasi Terhadap Korban Pelanggaran HAM yang Berat
PP RI No.2 Thn 2002 Tentang Tata Cara Perlindungan Terhadap Korban Dan Saksi Dalam Pelanggaran HAM yang Berat
> selengkapnya...

Website

Wiranto


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [5]


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< October,2004>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data