|
Nasional
Terkait Buyat, Polri Akan Uji Sampel Biota Laut di Serang
Jum'at, 29 Oktober 2004 | 01:30 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Petugas dari Mabes Polri, Kamis (28/10) ini akan mengambil sampel biota laut dan darah manusia yang tidak tercemar di Pantai Labuan, Serang, Banten. Uji sampel dilakukan untuk melengkapi salah satu butir yang dimintakan Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara, terkait kasus pencemaran di Teluk Buyat, Minahasa, Sulawesi Utara. ?Besok sampel pembanding akan diambil di pantai yang tidak tercemar,? kata Direktur V Tindak Pidana Tertentu Brigjen Pol Suharto kepada Tempo, Rabu (27/10).
Menurut sumber Tempo di Mabes Polri, pengambilan sampel itu sebagai pembanding dari sampel yang diambil di Teluk Buyat. Alasannya, pemerintah Indonesia tidak punya pembanding untuk standar baku mutu. ?Kita diminta untuk pembanding, karena tidak ada baku mutu untuk biota laut, dan darah,? kata sumber yang menolak disebut namanya. Sampel darah akan diambil dari nelayan yang tidak tercemar dengan merkuri dan arsen. ?Untuk itu baku mutunya adalah pembanding dari data primer pemeriksaan darah normal,? lanjutnya.
Seperti diketahui, Mabes Polri telah melakukan uji sampel di sekitar Teluk Buyat dan Teluk Totok, yang dilaporkan warga Teluk Buyat tercemar limbah pertambangan PT Newmont Minahasa Raya. Hasil uji Laboratorium Forensik menunjukkan Teluk Buyat tercemar limbah pertambangan itu.
Sumber itu mengatakan, Kejati Sulawesi Utara juga meminta Mabes Polri memintai keterangan 7 saksi ahli dari Universitas Sam Ratulangi. ?Ketujuhnya itu ditunjuk pengacara Newmont dan nuansanya 'mematahkan' hasil penyidikan Polri,? katanya.
Suharto yang dikonfirmasi, enggan mengomentari tentang permintaan dari jaksa penuntut umum itu. ?Kita cukupi. Apapun kita cukupi,? katanya. Menurutnya, ada 13 butir yang dimintai Kejati. Dan setiap butirnya itu terbagi menjadi antara 2-4 poin. Totalnya kira-kira 39 poin yang harus dilengkapi Polri, agar berkas dinyatakan lengkap.
Sampai kini, Mabes Polri sudah menetapkan 6 tersangka kasus Buyat. Mereka adalah Presiden Direktur PT Newmont Minahasa Raya Richard B Ness, dan lima lagi karyawan PT Newmont, yakni David Sompie, Jerry Kojansow, Putra Wijayantri, William 'Bill' Long, dan Phil Turner.
Martha Warta ? Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|