|
Malaysia
Derita TKI di Malaysia Menunggu Pulang.
Rabu, 27 Oktober 2004 | 20:55 WIB
TEMPO Interaktif, Kuala Lumpur:Perwakilan RI di Kuala Lumpur akan mengirim pulang sedikitnya 280 TKI bermasalah yang selama ini berada di penampungan KBRI dalam program pengampunan Ramadhan bagi para pendatang asing tanpa izin (PATI) sebelum hari raya iedul fitri, kata kabid Imigrasi, Arihken Tarigan kepada Tempo di kantornya di Kuala Lumpur, Rabu (27/10).“Mereka akan dipulangkan dengan kloter pertama ke tiga embarkasi, Jakarta, Surabaya dan Medan”katanya.
Dana untuk pemulangan itu, menurut Tariga, menggunakan sisa dana yang diberikan oleh mantan Menteri Tenaga Kerja semasa Presidsen Megawati, Jacoub Nuwawea. Pihak KBRI juga telah mendapat dana bantuan dari International Migran Care IMC. "KBRI juga akan ikut membantu dari segi dana dan pengurusan,"katanya.
Berdasarkan data yang diperoleh Tempo dari KBRI, kebanyakan kasus TKW di Kuala Lumpur adalah korban women trafficking dan pembantu tumah tangga yang disiksa majikan serta mereka yang tidak dibayar gaji sesuai perjanjian. Memang ada di atara mereka yang sudah berbulan-bulan di penampungan, karena harus menunggu kasusnya selesai.
Nirmala Bonat, tidak bisa dipulangkan, karena kasusnya di mahkamah belum selesai. Demikian juga dengan tenaga kerja yang lainnya. "Kalau mereka lari dari rumah majikan karena tidak dibayar gaji selama beberapa bulan, maka kami akan tuntut supaya majikannya membayar hak pekerjanya,"kata Tarigan. Jika, majikan belum mampu membayar dalam jumlah yang banyak, maka tenaga kerja Indonesia akan menunggu sampai dilunaskan.
Seorang TKW yang sudah 4 bulan di penampungan, Nukroh, 24 tahun mengaku tak tahu menahu soal pemulangan."Saya dan teman-teman belum menerima pemberitahuan tentang rencana kami dipulangkan,"kata TKW asal Palembang itu.
Jika, akan diberangkatkan dalam kloter pertama, menurut Nukroh,, tentu diberitahu secepatnya agar bisa siap sedia. "Kalau memang betul, saya sangat bersyukur. saya kapok ke Malaysia lagi,"ujar TKW yang pernah lari dari dua majikan di Malaysia.
Nukroh, menceritakan pengalaman buruknya : Bayangkan bekerja selama lima bulan tidak pernah dapat gaji, majikan saya Cina. Saya lari ke majikan yang lain, Cina juga, keadaannya sama bengis tiap hari marah melulu. Selama dua bulan setengah tidak diberi gaji, lalu saya lari ke KBRI.
Maniyem 23 tahun, seorang bekas pembantu rumah tangga asal Jawa, mengaku telah bekerja di rumah majikannya yang berbangsa Cina. Menurut pengakuannya kepada Tempo di KBRI Rabu (27/10), telah berada di penampungan selama delapan bulan. “Doakan saya mas supaya bisa pulang ke pangkuan keluarga mejelang lebaran nanti. Masalah uang tidak apa-apa, yang penting saya selamat dari kekejaman majikan yang sering menyiksa saya,” jelas Maniyem.
T.H. Salengke
INDEKS BERITA LAINNYA :
|