|
Nasional
Kapolri: Maria Pauline Tidak Lagi di Singapura
Rabu, 27 Oktober 2004 | 18:26 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Kepala Polri Jenderal Polisi Da?i Bachtiar memastikan Maria Pauline Lumowa, otak pembobol Bank BNI, sudah pergi dari Singapura. ?Mungkin sudah berpindah-pindah lagi tempatnya,? kata Da?i Bachtiar yang ditemui Rabu (27/10), usai memberikan ceramah dalam seminar sehari ?Perspektif Penggunaan Hak Politik Anggota Polri dalam Kehidupan Politik Demokrasi di Indonesia? di Lembang, Bandung.
Kepergian Maria, menurut Da?i, terus dikuntit kepolisian. Tapi dia sendiri belum tahu persis posisi warga negara Belanda itu. Untuk meminta bantuan kepolisian negara-negara lain, Mabes Polri sudah mengeluarkan red-notice. Kapolri membantah red-notice itu tidak diindahkan negara lain. ?Bukan tidak laku, red-notice itu berlaku pada semua, tapi kembali pelaksanaanya pada sistim hukum negara masing-masing,? katanya.
Hambatan lain penangkapan Maria, menurut Da?i, disebabkan yang bersangkutan bukan warga negara Indonesia. Berbeda dengan Adrian Waworuntu yang menurut Kapolri, meniggalkan Los Angeles, Amerika Serikat , menuju Singapuran karena ?digiring-giring? polisi. Di Singapuran, menurut Da?i, penangkapan lebih mudah karena adanya kerja sama dengan Kepolisian Singapura yang ikut mendorong-dorong agar Adrian kembali ke Indonesia. ?Karena dia (Adrian) orang Indonesia maka kembalinya ke Indonesia,? katanya.
Hal serupa, menurut Da?i, tidak bisa dilakukan terhadap Maria. Da?i berharap red-notice akan diindahkan negara-negara lain, terutama negara Belanda tempat asal Maria. ?Kita berharap kepolisian Belanda, karena Dia (Maria) warga Belanda, akan menindaklanjuti red-notice itu kalau dia pulang ke Belanda,? kata Da?i.
Untuk keterlibatan Maria Paulina dalam pembobolan BNI sebesar Rp 1,2 triliun tersebut, menurut Da?i, akan terungkap dalam proses pengadilan terhadap Adrian Waworuntu. ?Saya kira nanti kita bisa melihat dari sidang pengadilan, apa peran-peran yang bersangkutan,? katanya.
Ahmad Fikri?Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|