|
Nasional
Presiden Minta Dirjen Bea dan Cukai Berantas Penyelundupan
Rabu, 27 Oktober 2004 | 15:14 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta agar Direktorat Jenderal Bea dan Cukai memberantas praktik penyelundupan. Menurut Presiden Yudhoyono, penyelundupan tidak hanya mengurangi penerimaan keuangan negara, tapi juga merugikan sendi-sendi kehidupan masyarakat.
Presiden mengatakan hal ini pada pengarahan terhadap jajaran Direktorat Jenderal Bea dan Cukai di Jakarta, Rabu (27/10).
Menurut Dirjen Bea dan Cukai, Eddy Abdurrachman, rusaknya sendi kehidupan masyarakat karena penyelundupan menyangkut tindakan-tindakan yang tidak adil, khususnya dalam perdagangan. Pada akhirnya, hal ini akan menghantam sektor industri. "Oleh karena itu, beliau (Presiden) menekankan agar Direktorat Jenderal Bea dan Cukai bersama dengan aparat penegak hukum lainnya melakukan langkah-langkah pemberantasan penyelundupan," kata Eddy.
Sementara itu Juru Bicara Presiden Andi Mallarangeng, mengatakan Presiden sangat konsen dalam pemberantasan penyelundupan. Oleh karena itu, jajaran yang terkait dalam penyelesaian masalah tersebut, diminta Presiden bekerja ekstra keras.
Menurut Andi, Presiden menyatakan, penyelundupan juga telah merusak daya saing dalam negeri. "Ini berakibat negatif terhadap penyediaan lapangan kerja," kata Andi. Hal tersebut, lanjut dia, lantaran sektor industri akan menjadi imbas dari praktik penyelundupan yang pada akhirnya berdampak pada tenaga kerja.
Muhamad Nafi - Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|