|
Nasional
Menteri LH: Labelisasi Produk Harus Berbobot
Rabu, 27 Oktober 2004 | 15:01 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Menteri Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar menjelaskan salah satu peran kantornya dalam fungsi ekonomi adalah pemberian label pada suatu produk. ?Dengan demikian Kantor Lingkungan Hidup selain menegakkan norma-normanya, juga memberi peluang ekspor paling tinggi kepada produsen," ujar Rachmat kepada Tempo di kantornya, Rabu (27/10) siang.
Menurut Rachmat, eco labeladalah satu sisi ekonomi yang diemban kantornya. Maklum, di negara-negara importir ada banned atau pelarangan kepada produk-produk yang dihasilkan tanpa memperhatikan environmental friendly. Kalau diterapkan di Indonesia, Rachmat mengatakan, ?itu kan artinya KLH yang menjadi salah satu faktor ekonomi penentu.?
Dijelaskan Rachmat, pihaknya bisa bilang ke produsen untuk tidak membuat polusi dalam produksinya. ?Karena nanti produknya tidak akan laku, dan memang tidak laku,? ujarnya. Meskipun demikian, Rachmat menggarisbawahi bahwa labelisasi itu harus berbobot. "Dengan begitu, kita akan dapat kepercayaan tinggi dari luar," tuturnya. Faktor-faktor ini, ujarnya, yang akan menjadi nilai tambah pada kehidupan ekonomi negara.
Rr. Ariyani ? Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|