Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Presiden Mencabut Surat Pergantian Panglima TNI
Rabu, 27 Oktober 2004 | 12:42 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengeluarkan surat mencabut surat presiden sebelumnya mengenai pergantian Panglima TNI dan menetapkan panglima yang baru. Surat Presiden itu bernomor No.R41/Pres/10/2004 yang ditandatangani pada 25 Oktober 2004 dan menarik surat presiden No.R32/Pres/10/2004 yang ditandatangani Megawati Soekarnoputri pada 8 Oktober 2004. Surat itu dibacakan biro persidangan dalam rapat paripurna DPR di Jakarta pada Rabu (27/10).

Dalam surat itu disebutkan, Presiden Yudhoyono belum berencana mengganti Panglima TNI dengan alasan kesinambungan. Yudhoyono menegaskan surat itu tidak terkait pada pribadi Endriartono sebagai panglima yang mengundurkan diri maupun Ryamizard Ryacudu sebagai calon yang ditetapkan Megawati. "Tapi ini untuk konsolidasi dan jajaran pemerintah menyeluruh," kata Yudhoyono dalam surat tersebut.

Begitu surat itu dibacakan, semua peserta rapat yang hanya dihadiri Koalisi Kebangsaan beraksi keras atas isi surat itu. Ketidakhadiran fraksi-fraksi yang tergabung dalam Koalisi Kerakyatan menguntungkan Koalisi Kebangsaan untuk bersuara menentang surat Presiden Yudhoyono tersebut.

Yudi Krinandi dari fraksi Partai Golkar menyatakan tidak ada alasan kuat presiden untuk menarik surat sebelumnya karena surat itu berdasarkan atas permintaan pengunduran diri panglima. "Karena itu kami usul hak interpelasi DPR," kata Yudi.

Reaksi keras muncul dari fraksi PDI Perjuangan. Teras Narang misalnya, menyatakan proses pengangkatan dan pemberhentian panglima sudah diputuskan rapat paripurna DPR yang secara aklamasi menerima surat Presiden Megawati.

Dari fraksi Kebangkitan Bangsa, Effendy Choirie mengatakan, beberapa hari ini fraksi di luar Koalisi Kebangsaan dan Persiden telah menunjukan contoh buruk. Surat Presiden itu dinilainya sangat prinsipil sehingga tidak cukup dibicakan dalam rapat paripurna itu. Ia mengusulkan, Presiden dipanggil dihadapan dewan dan ditanyakan apa dibalik surat itu. Effendy menyatakan, pemerintah sekarang telah mengawali kerjanya dengan kontra produktif. "Surat ini nggak main-main ini pelecehan DPR," katanya.

Rapat paripurna itu dipimpin Sutarjo Suryo Guritno dari PDIP. Sutarjo menyatakan, Presiden perlu memberikan kejelasan tertulis. Atas surat itu Sutarjo menyatakan, "Ini over acting dari kekuasaan."

Rapat paripurna ini dihadiri 307 anggota dari lima fraksi.

Istiqomatul Hayati - Tempo

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Presiden Minta Dilapori Jika Ada Wajib Pajak yang Tak Tersentuh
Presiden Beri Pengarahan Jajaran Direktorat Jenderal Bea dan Cukai
Pengacara: Akbar Seharusnya Mundur
Pemberhentian Fahmi Idris dkk Tidak Sah
KPK: Belum Ada Menteri yang Serahkan Laporan Kekayaan
PN Jakarta Barat Menangkan Fahmi Indris dkk
Presiden akan Tinjau Arus Mudik
Presiden Ke Mabes Polri
Presiden: Harapan Masyarakat Atas Penegakkan Hukum, Tinggi
SBY Kunjungi Kejaksaan Agung
> selengkapnya...


Referensi

Pembahasan Penonaktifan Akbar Tanjung di DPR
Sejarah TNI AU
"Ini Tanggung Jawab Akbar Tandjung"
"Saya Tidak Diberi Kesempatan Membela Diri"
“Koalisi Kebangsaan Jangan Tergoda Jabatan di Eksekutif”
PP RI No. 51 Tahun 2001 Tentang Bantuan Keuangan Kepada Partai Politik
Kepres RI No. 28 Thn.2003 Tentang Pernyataan Keadaan Bahaya Dengan Tingkatan Keadaan Darurat Di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam
UU RI nomor 3 Tahun 2002 Tentang Pertahanan Negara
Laporan Penelusuran Penyumbang “Bermasalah ”
> selengkapnya...

Website

Akbar Tandjung
Situs Wiranto
Partai Keadilan
Partai Golkar
Megawati Sukarnoputri
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [2]


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< October,2004>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data