Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Presiden Minta Dilapori Jika Ada Wajib Pajak yang Tak Tersentuh
Rabu, 27 Oktober 2004 | 12:33 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta aparat direktorat pajak menaikkan penerimaan dari pajak, untuk mendongkrak rasio pajak sebesar 19 persen pada 2009. "Beliau minta kenaikan itu tanpa menaikkan tarif tapi menambah obyek pajak," kata Direktur Jenderal Pajak Hadi Purnomo, usai kunjungan presiden di kantornya, Rabu (27/10).

Namun dengan peningkatan penerimaan pajak itu, Presiden meminta tidak mengganggu pertumbuhan ekonomi dengan terhambatnya investasi. "Presiden juga mengurangi protes dari para wajib pajak," kata dia.

SBY juga meminta direktorat pajak melaporkan secara berkala hambatan yang ditemui para wajib pajak dalam penerimaan pajak itu. "Presiden juga meminta laporan jika ada wajib pajak yang tak bisa disentuh," kata Hadi.

Untuk menggenjot penerimaan itu, Hadi mengatakan, akses aparatnya harus dibuka lebar sehingga bisa mendeteksi kekayaan para wajib pajak. "Kasihlah, itu data-data mobil mewah agar obyek pajak bertambah," katanya.

Ia menambahkan, dengan sendirinya penerimaan pajak apakah akan meningkat jika akses penerimaan pajak terhadap obyek pajak terbuka lebar. Namun kendala ini tidak disampaikan secara langsung saat dialog dengan SBY. "Ini baru tahap pertama," kata dia.

SBY mengunjungi direktorat pajak dan langsung melakukan dialog tertutup dengan aparat pajak selama kurang lebih satu setengah jam. Ia langsung meninggalkan direktorat pajak untuk melanjutkan kunjungannya ke Direktorat Bea dan Cukai.

Bagja Hidayat - Tempo

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Presiden Beri Pengarahan Jajaran Direktorat Jenderal Bea dan Cukai
Presiden Inspekdi ke Direktorat Bea Cukai
Jaksa Agung Jangan Hangat-Hangat Tahi Ayam
KPK: Belum Ada Menteri yang Serahkan Laporan Kekayaan
Pemerintah Belum Ganti Dirjen Pajak dan Bea Cukai
Presiden akan Tinjau Arus Mudik
Presiden Ke Mabes Polri
Presiden: Harapan Masyarakat Atas Penegakkan Hukum, Tinggi
SBY Kunjungi Kejaksaan Agung
Polisi Utamakan Pemberantasan Terorisme dan Korupsi
> selengkapnya...


Referensi

PENJELASAN KHUSUS SEKTOR PERMUKIMAN DAN PRASARANA WILAYAH
Profil Susilo B. Yudhoyono
Jadwal Kampanye Pemilu Presiden
Keppres RI No. 7 Tahun 2004 Tentang Pengesahan Persetujuan Antara RI dan Republik Portugal Untuk Penghindaran Pajak Berganda dan Pencegahan Pengelakan Pajak Yang Berkenaan Dengan Pajak Atas Penghasilan Beserta Protokol
PP RI No. 5 Tahun 2004 Tentang Tarif Atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak Yang Berlaku Pada Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
PP RI No. 1 Tahun 2004 Tentang Tata Cara Penyampaian Rencana dan Laporan Realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak
Laporan Penelusuran Penyumbang “Bermasalah ”
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [2]


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< October,2004>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data