|
Nasional
TNI AL Siapkan Lima Kapal untuk Pemulangan TKI
Selasa, 26 Oktober 2004 | 21:52 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Kepala Staf TNI Angkatan laut (KSAL) Laksamana Bernard Kent Sondakh mengatakan pihaknya siap memulangkan TKI dari Malaysia. Untuk mengangkut TKI, TNI AL sudah menyiapkan lima kapal perang, yaitu KRI Nusa Niwe, Dalpele, Tambani, Teluk Semangka dan Teluk Banten.
Hal ini diungkapkan Bernard usai menghadiri rapat koordinasi Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan di kantor Menko Polhumkam, Selasa (26/10).
Menurut Bernard, tiga di antara kapal itu ditempatkan di Surabaya, sedangkan dua lagi di Jakarta. "Kita menunggu surat (izin pemulangan), dari Mabes TNI sudah memberi isyarat," ungkapnya tentang persiapan TNI AL.
Saat ini, kata Bernard, TNI AL masih mengkoordinasikan pelabuhan tujuan pemulangan TKI dengan Departemen Tenaga Kerja dan departemen terkait lainnya. "Diambil di mana, dibongkar di mana? Prinsipnya kita siap, termasuk angkutan lebaran," ujarnya
Departemen Tenega Kerja sendiri sudah menyiapkan langkah-langkah pemulangan TKI. Menteri Tenaga Kerja Fahmi Idris mengatakan pemulangan secara resmi TKI ilegal akan dimulai Januari mendatang. "Mereka akan diberangkatkan Januari," ujarnya usai menghadiri rapat Menko Polhumkam.
Pemerintah menargetkan memulangkan 700 ribu TKI ilegal dari Malaysia. Biayanya akan diambil dari APBN. "Biayanya bukan dari Pemerintah Malaysia, tapi dari APBN. Pemerintah Malaysia hanya memberi bantuan berupa tempat penampungan sebelum pemberangkatan," ungkap Fahmi sambil mengatakan pemulangan TKI ilegal memerlukan dana yang cukup besar.
Untuk pemulangan, lanjut Fahmi, pemerintah akan mengeluarkan Rp 140 miliar. Dana itu akan dikeluarkan secara bertahap. Sedikitnya biaya pemulangan dikeluhkan juga oleh Menteri Sosial Bachtiar Chamsah.
"Anggaran Depsos sangat kecil, mungkin ngggak sampai 50 miliar, nggak ada duit lagi tu," ujarnya. Tetapi Depsos, lanjutnya, telah menyiapkan tim-tim untuk penampungan.
Sunariah - Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|