Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Presiden Perintahkan Dua Menteri Cegah Meluasnya Antraks
Senin, 25 Oktober 2004 | 19:21 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memerintahkan Menteri Kesehatan Siti Fadhilah Supari dan Menteri Pertanian Anton Apriantono mencegah meluasnya penyebaran penyakit antraks. Kepada kedua menteri, presiden juga memerintahkan segera menangani korban dan mensosialisasikan bahaya penyakit yang menular melalui binatang memamah biak tersebut.

?Presiden sangat menyesalkan jatuhnya korban penyakit tersebut,? kata juru bicara Presiden Andi Alfian Malarangeng di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Senin (25/10). Sejak pertama kali wabah itu muncul pada 16 Oktober, 20 warga desa Citanggul, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, telah terjangkit. Enam orang diantaranya meninggal dunia.

Untuk mencegah menuarnya penyakit tersebut, Yudhoyono meminta Menteri Pertanian mengisolir ternak di daerah yang terjangkit wabah antraks. Selain itu, beberapa daerah yang berpotensi terjangkit seperti Jawa Tengah dan Nusa Tenggara Timur juga terus diawasi, termasuk peredaran daging yang kemungkinan tercemar. Bersama Departemen Kesehatan, tim Departemen Pertanian telah diterjunkan memantau daerah-daerah potensial terkena antraks. ?Tapi Hasilnya belum diketahui," kata Supari.

Supari mengatakan Departemen Kesehatan telah mempersiapkan semua obat yang
dibutuhkan di Puskesmas dan rumah sakit-rumah sakit di daerah yang potensial terkena antraks. Sosialisasi kepada masyarakat soal pencegahan dan penanganannya terus dilakukan. Dia menghimbau, warga yang terkena gejala penyakit seperti antraks segera membawanya ke rumah sakit. ?Pemerintah tidak akan memungut biaya perawatan.?.

Untuk penanganan kasus di Citanggul, kata Supari, pemerintah telah menyiapkan Puskesmas Babakan Madang dan Rumah Sakit Cibinong sebagai pusat perawatan korban. Bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Bogor, Departemen Kesehatan juga telah melakukan investigasi dan pengambilan sampel darah warga setempat.

Sapto P ? Tempo

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

NTB Diserang Antraks
"Azahari Akan Ditangkap dalam 100 Hari"
Menteri Minta Babakan Madang Diisolir
Korban Suspect Anthraks Bertambah Dua Orang
Masyarakat Diminta Tidak Potong Ternak Sakit
Menteri Kesehatan Diminta Jelaskan Mekanisme Penggratisan
Menkes: Antraks Adalah Endemi Selalu Terjadi
Enam Orang Meninggal Diduga Kena Antraks
Presiden Akan Ganti Menteri yang Tidak Cakap
Untuk 100 Hari, Presiden Akan Lakukan Syok Terapi
> selengkapnya...


Referensi

Penjelasan Menteri Kesehatan Tentang Praktek Kedokteran (Termasuk Malapraktek)
Baku Tuding Malapraktek
Trend CDR dan SR TB Paru (1997-2003)
PP RI No. 14 Tahun 2004 Tentang Syariat dan Tata Cara Pengalihan Perlindungan Varietas Tanaman dan Penggunaan Varietas Yang Di Lindungi Oleh Pemerintah
PP RI No. 13 Tahun 2004 Tentang Penanaman, Pendapatan dan Penggunaan Varietas Asal Untuk Pembuatan Varietas Turunan Esensial
UU RI No.9 Thn.1960 Tentang Pokok - Pokok Kesehatan
Sebaran Demam Berdarah Dengue 1968 - 2003
Rabies di Indonesia 1998 - 2003
Cakupan Pengobatan Massal
> selengkapnya...

Website

Departemen Kesehatan


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< October,2004>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data