|
Nasional
Menkes: Antraks Adalah Endemi Selalu Terjadi
Sabtu, 23 Oktober 2004 | 22:55 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari mengatakan penyakit Antraks sebagai penyakit yang berjangkit luas (endemi) selalu terjadi. Menurut dia, saat ini masyarakat hanya membutuhkan penyuluhan mengenai Antraks.
"Sebenarnya kalau Antraks diobati dengan antibiotik sudah oke (sembuh)," kata Fadilah ketika dihubungi melalui telepon Sabtu (23/10) malam. "Hanya kalau terlambat ke rumah sakit bisa fatal," ujarnya menambahkan.
Siang hari tadi, Fadilah telah menjenguk korban Antraks di di RSD Cibinong, Bogor. Menteri didampingi Dirjen Pemberantasan Penyakit Menular Umar Fahmi dan Dirjen Pelayanan Medik Sri Astuti Suparmanto. Dalam kunjungan mendadak ini Fadilah meyakinkan para penderita bahwa pemerintah yang menanggung biaya perawatannya. Hingga kemarin ada enam orang yang masih harus menjalani perawatan, tiga orang lainnya diperkenankan pulang.
Adapun korban meningal karena penyakit ini berjumlah 6 orang. Seperti diberitakan Koran Tempo hari ini, enam warga kampung Citaringgul RT 001/04 dan RT 002/03 Desa Babakan Madang, Bogor itu meninggal dalam sepekan terakhir setelah mengkonsumsi daging kambing. Kematian satu keluarga ini diduga akibat serangan Antraks.
Fadilah setelah mengikuti rapat koordinasi menteri-menteri di bidang kesejahteraan rakyat tadi sore mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Menteri Pertanian untuk menanggulangi wabah antraks di Bogor itu. ”Di daerah Bogor merupkan endemi antraks," ujarnya.
Kepada Tempo semalam Fadilah mengatakan, pemerintah sudah mempunyai program paket kesehatan kepada masyarakat supaya terhindar dari penyakit ini. Penyuluhan ini, menyangkut pengenalan jenis penyakit serta menghindari konsumsi daging kambing apabila sudah ada gejala Antraks.
Yandi, Sutarto, Deffan - Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|