|
Nasional
Presiden Akan Ganti Menteri yang Tidak Cakap
Jum'at, 22 Oktober 2004 | 18:57 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membuat aturan main atau rule of game dan kode etik Kabinet Indonesia Bersatu. Aturan ini dipaparkannya dalam sidang kabinet yang dilakukan di Istana, Jumat (22/10) pagi. Usai sidang, Sekertaris Kabinet Sudi Silalahi dan Menteri Komunikasi dan Informasi Sofyan Djalil memberikan keterangan pers.
Aturan main dan kode etik kabinet itu antara lain, pertama, perlu dipahami dan diimplemasikan tata kerja, mekanisme, dan prosedur yang berlaku di kabinet. Kedua, perlu memahami garis instruksi, garis laporan, dan garis koordinasi. Ketiga, setiap apa yang telah diputuskan oleh presiden harus diimplementasikan atau dilaksanakan.
Keempat, hal-hal yang bersifat masalah-masalah khusus dibahas secara internal. Kelima, tidak membawa pertentangan atau perbedaan dalam kabinet. "Sehingga tidak perlu menjadi polemik, untuk dua poin terakhir,? kata Sudi Silalahi. Sedangkan yang keenam, hal-hal yang bersifat internal tidak perlu disampaikan kepada publik.
Berkaitan dengan kontrak politik, Sudi mengatakan kepada setiap menteri telah diberikan kontrak yang harus ditanda tangani dan harus konsekuen dengan isi yang ada di dalamnya. "Intinya saya jelaskan bahwa kontrak politik ini ada beberapa politik yang sangat mendasar,? katanya.
Point pertama, setiap anggota kabinet siap mengemban tugas dan bersikap yang sesuai. Kedua mengutamakan kepentingan pemerintah dan negara di atas kepentingan pribadi, partai, maupun golongan. Ketiga, waktu pikiran, dan tenaga akan dicurahkan untuk mengemban tugasnya sebagai meneri. Keempat, tidak akan melakukan korupsi dan siap diperiksa harta kekayaannya secara berkala atau insidental.
Jika secara hukum dinyatakan bersalah karena terlibat kasus korupsi, maka harus siap mengundurkan diri dan menerima sanksi sesuai hukum yang berlaku. Kelima, kesiapan mendapatkan evaluai dari presiden menyangkut, kinerja dan prestasi. Menurut Sudi, bila selama satu tahun seorang menteri dinilai kurang cakap dan tidak produktif, dapat saja diganti. "Banyak yang lain yang siap menggantikan,? katanya. Kontrak politik ini, kata Sudi, ditanda tangani oleh seluruh menteri dalam sidang kabinet tersebut.
Sedangkan Sofyan Djalil menambahkan, kabinet mendatang akan memiliki kode etik kabinet atau code of ethic dan code of conduct. "Jadi kode itu akan dicetak dalam bentuk buku saku dimana semua menteri bisa tahu, misalnya tidak akan korupsi," katanya.
Yura Syahrul?Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|