Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Rachmat Perjuangkan Adanya Menko Lingkungan Hidup
Jum'at, 22 Oktober 2004 | 18:24 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Menteri Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar akan memperjuangkan Kementrian Lingkungan Hidup menjadi Menteri Koordinator Pembangunan Berkelanjutan. "Karena lingkungan hidup tidak bisa dinomorduakan. Bagaimanapun lingkungan yang menghidupi kita semuanya," ujarnya pada wartawan, seusai serah terima jabatan, Jumat (22/10).

Rachmat menengarai mestinya masalah lingkungan hidup menjadi orientasi pertama menentukan pola-pola pembangunan. "Tapi sekarang ini masih bersifat akademis, karena struktur kementriannya tidak begitu," ujarnya.

Ia memperkirakan dalam pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono ada perspektif ke arah menteri koordinator tersebut. "Tinggal bagaimana kita memunculkannya dalam Keputusan Presiden yang memberi peluang untuk perkembangan pembangunan berkelanjutan," tuturnya.

Rachmat dalam pidatonya mengatakan banyaknya pekerjaan rumah dari menteri sebelumnya, seperti kasus Newmont, Bantargebang, dan lain-lain. Ia pun menanggapi, "It's part of the job." Dan ia tidak khawatir sedikit pun dalam menanganinya. "Karena ini semata-mata bagaimana menemukan resolusi konflik. Mempertemukan keinginan masyarakat dengan pemerintah," ujarnya.

Acara serah terima jabatan Menteri Lingkungan Hidup yang bertempat di lobi Gedung B diawali dengan pidato mantan menteri lingkungan hidup, Nabiel Makarim. Ia menyatakan, "Tidak benar ada perkataan bahwa menteri lingkungan harus berlatar belakang ahli. Tapi yang penting adalah komitmen, hati dan common sense," ujarnya. Dengan latar belakang politik, komitmen dan hati yang dimiliki Rachmat, Nabiel yakin menteri akan berhasil menjalankan tugasnya.

Rr. Ariyani ? Tempo

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

JATAM Tuduh Nabiel Pejabat Publik Tak Bermoral
WALHI Gugat Newmont
Nabiel Tak Takut Seret Newmont ke Pengadilan
Warga Pantai Buyat Bantah Tudingan Nabiel
Nabiel Tuding Ada Rekayasa Dalam Kasus Buyat
LSM Tolak Pembuangan Limbah Penambangan ke Laut
Lewat Protokol Kyoto, Indonesia Akan Jadi Lahan Investasi
Kapal Singapura Tenggelam, Laut Riau Tercemar
Kasus Teluk Buyat, Akademisi Kritik LIPI dan Menteri
Tiga Menteri Akan Dilaporkan LBH Kesehatan
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< October,2004>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data