|
Nasional
Polisi Periksa Adrian Waworuntu
Jum'at, 22 Oktober 2004 | 16:29 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Polisi memeriksa Adrian Herling Waworuntu, tersangka pembobol PT Bank Negara Indonesia senilai Rp 1,7 triliun, di Mabes Polri, Jumat (22/10). Pemeriksaan terkait pelariannya selama menjadi buronan.
"Kita periksa, terutama berkaitan dengan pelariannya, lewat pintu mana, melalui bantuan siapa, menggunakan pasport apa," kata Kepala Badan Reserse dan Kriminal Mabes Polri Komjen Pol Suyitno Landung setelah menjemput Adrian dari Bandara Soekarno-Hatta.
Seperti diketahui, polisi menetapkan status Adrian masuk dalam daftar pencarian orang tertanggal 1 Oktober lalu. Konsultan PT Gramarindo Group itu terlihat berada di Los Angeles Amerika. Ia sempat diwawancara media televisi yang menyatakan dirinya ada di Singapura. Terakhir, polisi menyatakan menangkap Adrian di Medan.
Suyitno menjelaskan, setelah memeriksa Adrian terkait pelariannya, pihaknya akan menyerahkan Adrian ke Kejaksaan tinggi Jakarta. "Nanti kita serahkan ke jaksa penuntut umum," kata dia tanpa menyebutkan waktunya. Alasannya, penyerahan Adrian itu tahap kedua setelah berkas perkaranya dinyatakan lengkap atau P21 pada 8 September 2004 lalu. "Selesai pemeriksan kita dorong ke sana (kejaksaan)," lanjut Suyitno.
Sebelumnya diberitakan Adrian akan menyerahkan diri setelah pelantikan presiden RI ke-6. Tetapi, polisi membantahnya. Suyitno mengatakan, pihaknya menangkap Adrian di Medan. Sedangkan Adrian saat ditanya wartawan di Mabes Polri hanya menjawab, "Saya sudah ada disini," seraya menggerakkan jari telunjuknya mengarah ke bawah.
Kedatangan Adrian ke Mabes Polri dinanti-nanti media. Sekitar pukul 12.45 WIB petugas datasemen markas sudah berjaga-jaga di depan halaman gedung Bareskrim. Sekitar pukul 13.15 WIB mobil Terrano hitam yang ditumpangi pengacara Adrian, Donny Antares Irawan, tiba lebih dulu di Mabes Polri, tetapi diparkir di halaman belakang gedung Bareskrim. Adrian dan Suyitno belum tiba.
Pada pukul 13.30 WIB Adrian datang di Mabes Polri. Mobil yang ditumpanginya berada di belakang kendaraan Suyitno. Tetapi Adrian tidak masuk lewat pintu depan, melainkan pintu belakang.
Kemudian setelah beberapa menit masuk di gedung Bareskrim, Adrian menampakkan diri kepada wartawan. Ia tidak diborgol tapi tangan kananya diapit mantan Direktur II Ekonomi Khusus Brigjen Pol Samuel Ismoko.
Adrian yang mengenakan kemeja coklat bercorak dilapis jaket, wajahnya tirus. Ia mengenakan kaca mata, pandangan matanya menatap ke bawah. Potongan rambutnya rapih, tidak berkumis tetapi agak berjambang.
Martha Warta - Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|