|
Nasional
Samuel Ismoko : Saya Bukan Kambing Hitam
Jum'at, 22 Oktober 2004 | 09:37 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Bekas Direktur II, Ekonomi Khusus Mabes Polri, Brigadir Jenderal Samuel Ismoko, membantah dirinya menjadi kambing hitang dalam kasus kaburnya pembobol Bank BNI, Adrian Waworuntu. "Saya tak merasa dikorbankan, kok," kata Bigjen Ismoko pada Tempo Kamis (21/10) pukul 23.15 WIB.
Sebelumnya Kepala Kepolisian RI Jenderal Da'i Bachtiar, menilai Brigjen Samuel Ismoko tidak cakap memimpin di Direktorat II Ekonomi Khusus Mabes Polri. Ismoko, seperti dikatakan Juru Bicara Mabes Polri, Inspektur Jenderal Paiman, Kamis (21/10), bertanggung jawab terhadap kaburnya Adrian.
Selain itu, Kapolri Da'i Bachtiar menilai Ismoko salah, karena menempatkan tersangka Adrian, di dalam ruangan pada awal pemeriksaan, bukan dimasukan dalam tahanan.
Ismoko menilai tudingan Kapolri tak benar seluruhnya. "Saya sudah melakukan semua pemeriksaan sesuai dengan prosedur yang ada,"katanya. Namun, apapun yang dilakukan pimpinannya (Kapolri), Ismoko mengaku tak khawatir. "Saya tetap tegar kok,"katanya.
Akibat kesalahan yang ditimpakannya, berdasarkan telegram rahasia Kapolri nomor 912/X/2004 yang dikeluarkan tanggal 18 Oktober 2004, Brigjen Ismoko dimutasikan menjadi Kepala Biro Pembinaan Operasi Polri. "Saya sudah siap untuk ditempatkan dimana saja,"kata Ismoko.
Ismoko dinilai banyak pihak hanya dikorbankan oleh Kapolri Da?I Bachtiar, hanya untuk mendapat tempat di pemerintahan yang baru. Namun Juru Bicara Polri Paiman membantah, Ismoko sebagai korban atas kasus ini. ?Ismoko harus bertanggung jawab sebagai pimpinan,?katanya. Selain Ismoko, 25 orang penyidik di bawah Ismoko juga diperiksa Direktorat Profesi dan Pengamanan (Propam) Mabes Polri..
AT, Martha Warta - Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|