|
Nasional
Kapolri Nilai Ismoko Tidak Cakap Tangani Adrian
Kamis, 21 Oktober 2004 | 17:08 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Kepala Kepolisian RI Jenderal Da'i Bachtiar, menilai Brigjen Samuel Ismoko tidak cakap memimpin di Direktorat II Ekonomi Khusus Mabes Polri. "Yang jelas, memang pimpinan menganggap yang bersangkutan (Ismoko) kurang cakap untuk menguasai anggota sehingga dicarilah orang yang dianggap lebih cakap terhadap penanganan anggota," kata Juru Bicara Mabes Polri, Irjen Polisi Paiman kepada wartawan di ruang kerjanya, Kamis (21/10).
Berdasarkan telegram rahasia Kapolri nomor 912/X/2004 yang dikeluarkan 18 Oktober 2004, Direktur II Ekonomi Khusus, Brigjen Polisi Samuel Ismoko, dimutasikan sebagai Kepala Biro Pembinaan Operasi Polri. Ia bertukar tempat dengan Brigjen Polisi Andi Chairuddin. Rabu kemarin kepada Tempo Ismoko membenarkan dirinya dimutasikan. "Ya kita bertukar tempat saja," katanya.
Selain Ismoko dinilai tidak cakap, Kapolri menilai salah Ismoko telah menaruh Adrian Waworuntu sebagai tersangka kasus pembobolan PT Bank Negara Indonesia senilai Rp 1,7 triliun pada awal pemeriksaannya di dalam ruangan, bukan dimasukan dalam tahanan. "Ada tahanan ditaruh di dalam ruang pemeriksaan. Ini merupakan pertimbangan pimpinan juga. Ini tidak benar," kata Paiman.
Paiman membantah, Ismoko sebagai korban atas kasus ini. Tetapi, Ismoko harus bertanggung jawab sebagai pimpinan. Seperti diketahui, Ismoko menangani kasus pembobolan BNI termasuk kaburnya Adrian saat akan diserahkan ke Kejaksaan Agung.
Sementara ini, Divisi Profesi dan Pengamanan Mabes Polri sudah memeriksa 25 penyidik dan sudah memintai keterangan Rudi Sutopo terdakwa BNI lainnya sebagai saksi. Terhadap 25 penyidik itu, kata Paiman, belum ditemukan bukti dugaan suap Adrian kepada penyidik.
Sempat tersiap kabar di Mabes Polri, Adrian akan menyerahkan diri hari ini. Menanggapi itu, Paiman katakan pihaknya mempersilakan Adrian menyerahkan diri. "Ya kalau memang ia datang, menyerahkan diri sesuai dengan proses hukum kan, Kejaksaan minta supaya diserahkan yang bersangkutan (Adrian)," katanya yang mengaku belum menerima informasi penyerahan diri Adrian.
Martha Warta - Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|