|
Nasional
Migrant Care : Kabinet Baru Tidak Membawa Angin Segar Bagi Buruh
Kamis, 21 Oktober 2004 | 15:53 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Perhimpunan Indonesia untuk Buruh Migran Berdaulat (Migrant CARE) menilai Kabinet Indonesia Bersatu tidak membawa angin segar bagi buruh migran Indonesia.
"Bagi buruh migran, Menakertrans terpilih Fahmi Idris adalah sosok yang memberi kenangan buruk bagi buruh migran Indonesia," demikian dikatakan Direktur Eksekutif Migrant CARE Anis Hidayat, dalam siaran pers yang diterima Tempo Kamis (21/10).
Anis mengungkapkan Fahmi Idris yang juga mantan Menakertrans pada jaman Presiden Habibie telah mengeluarkan kebijakan membuka Terminal III Bandara soekarno Hatta sebagai pintu khusus bagi pemulangan TKI. "Terbukti, pintu itu menjadi ladang pemerasan bagi TKI yang baru pulang," tegas Anis.
Menurut Anis, Fahmi juga yang meliberalisasi asuransi perlindungan TKI. Yang mengakibatkan perusahaan-perusahaan asuransi membisniskan asuransi TKI. "Sehingga kewajiban untuk perlindungan TKI melalui mekanisme asuransi terlupakan," ujarnya.
Migrant CARE juga menantang Fahmi untuk segera membereskan sejumlah permasalahan yang dialami buruh migran Indonesia dalam waktu seratus hari. Masalah-maslah yang disebutkan Anis antara lain, deportasi massal 700 ribu buruh migran Indonesia dari Malaysia, Ancaman hukuman mati terhadap tiga TKI di singapura, pelecehan seksual TKI di Timur Tengah, serta pemalsuan dokumen TKI yang sistematik oleh PJTKI.
Fitrio Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|