Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Kwik Serahkan Jabatan Menteri Bapenas
Kamis, 21 Oktober 2004 | 14:50 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Tepat pukul 12.00 WIB jabatan Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Meneg PPN/Bappenas), diserah terimakan dari Kwik Kian Gie kepada Pejabat Baru Sri Mulyani Indrawati. Acara serah terima berlangsung di Ruang Serba Guna Gedung Bappenas Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Kamis (21/10).

Dalam acara tersebut, Kwik Kian Gie menyerahkan buku memori akhir tugas kepada Sri Mulyani. Hal itu menurut Kwik, sesuai dengan instruksi mantan Presiden Megawati agar seluruh menteri membuat memori akhir tugas. "Untuk menjadi pertimbangan, dalam menteri melaksanakan tugas selanjutnya," kata Kwik.

Sementara itu, Sri Mulyani berjanji akan melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya. Dia akan mendengarkan dan mereview tugas-tugas Bappenas yang sudah dilakukan. "Saya akan sering berkonsultasi dengan Pak Kwik," kata Sri kepada wartawan, Kamis (21/10) di Jakarta.

Sri menjelaskan dirinya belum mempunyai rencana program yang konkret. Ia mengaku harus berkonsultasi terlebih dahulu dengan departemen-departemen lain, juga akan mengundang pihak-pihak dari lain untuk menentukan kebijakan pemerintah yang baru.

Sri Mulyani menjelaskan pertumbuhan ekonomi dipengaruhi oleh tiga faktor penggerak, yaitu fiskal, konsumsi dan investasi. Dari segi fiskal menurut Sri, utang luar negeri Indonesia masih besar disamping itu alokasi subsidi juga masih besar, sehingga pergerakan faktor fiskal masih terbatas. "Kita mengharapkan agar fiskal bisa berjalan sehat sehingga bisa memberi arah dari sisi makro," kata Sri.

Menurut Sri, pertumbuhan ekonomi tidak hanya tertumpu pada sektor konsumsi, karena konsumsi tanpa didukung adanya investasi menyebabkan pertumbuhan akan berjalan lambat. "Pertumbuhan ekonomi harus ditunjang adanya iklim investasi. Kalau ingin ekonomi tumbuh tinggi, investasi harus diperbaharui," katanya.

Erwin Daryanto - Tempo

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Jaksa Agung akan Bentuk Satgas Anti KKN
Sertijab Meneg Pemberdayaan Perempuan Disaksikan Dubes Finlandia
Depag Laksanakan Serijab Besok
Foto Presiden dan Wapres Baru Belum Tersedia
Presiden: "Pro Kontra, Cambuk Bekerja Lebih Baik"
Presiden Lantik Kabinet
Maftuh Basuni Menteri Agama 2004-2009
Belum Ada Kepastian Kabinet, Indeks Sedikit Turun
Megawati Rencanakan Buka Puasa Bersama Warga PDI P
BEM UI Tagih Janji SBY
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< October,2004>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data