|
Metro
KAI Catat 146 Korban Kecelakaan di KRL
Kamis, 21 Oktober 2004 | 12:39 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Selama semester pertama tahun ini, Januari hingga Juni 2004, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi I (Daop I) Jabotabek mencatat 146 kasus kecelakaan di KRL. "Banyak penyebabnya," kata Kepala Humas Daop I, Akhmad Sujadi, Rabu (20/10).
Sujadi menjabarkan sebanyak 47 orang jatuh dari atap KRL, 18 orang terbentur peron, 9 orang terkena lemparan batu, 5 orang tersengat kabel listrik, dan 5 orang lainnya terserempet di peron. "Tetapi paling banyak korban akibat tertabrak KRL, yaitu sebanyak 62 orang," ujar Akhmad.
Menurutnya, lokasi kecelakaan di Jabotabek menyebar. "Sedangkan waktu kecelakaan, umumnya terjadi pada jam-jam sibuk, seperti jam pulang kantor," katanya.
PT KAI sendiri telah melakukan upaya untuk mengurangi jumlah kecelakaan ini. Akhmad mencontohkan upaya sosialisasi yang dilakukan PT KAI terhadap sejumlah sekolah di Jabotabek tentang bahaya menumpang di atap KRL.
Menurut Sujadi, jumlah penumpang yang naik di atap kereta didominasi oleh pelajar. "Akan tetapi, kenyataan di lapang berubah. Para pekerja ternyata juga banyak yang naik di atap kereta," tandasnya.
Akhmad juga menjelaskan pihaknya telah melakukan sosialisasi terhadap masyarakat yang tinggal di sekitar rel kereta. Menurutnya aksi pelemparan batu yang cukup banyak menelan korban umumnya dilakukan oleh masyarakat yang tinggal di daerah tersebut. "Sosialisasi juga dilakukan dengan memberikan bantuan pada masjid-masjid," katanya.
Menurutnya, KAI masih bekerja sama dengan asuransi Jasa Raharja untuk memberikan santunan bagi korban-korban kecelakaan. "Tidak semua korban memperoleh santunan, dilihat dari sumber penyebabnya," ujar Akhmad.
Ia menjabarkan kategori korban kecelakaan yang mendapat santunan yaitu yang tidak disengaja. Misalnya akibat pelemparan batu dan tertabrak kereta.
Ami Afriatni - Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|