|
Nasional
Pengumuman Kabinet Ditunda 3 Jam
Rabu, 20 Oktober 2004 | 21:08 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pengumuman kabinet yang dijadwalkan pukul 20.00 WIB ditunda menjadi pukul 23.00 WIB. Menurut juru bicara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Andi Malarangeng, Presiden masih menyelesaikan tahap akhir penyusunan kabinet pertama-tama dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla. “Tinggal finalisasinya saja,” kata Andi di Istana Merdeka, Rabu (20/10).
Mengenai waktu pengumuman kabinet, memang sempat simpang siur. Sebelumnya, kata Andi, hingga malam ini masih ada sejumlah orang yang dipanggil ke istana untuk diseleksi. “Ada empat orang lagi,” katanya. Dia tidak bersedia lebih lanjut mengenai nama-namanya.
Kabarnya, penyusunan kabinet Yudhoyono berlangsung alot, lobi-lobi dari berbagai pihak terus dilakukan. Mantan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara TB. Silalahi terlihat di istana sore ini. Namun, ia mengelak menjawab keperluan kedatangannya.
Sejumlah orang yang dikenal dekat dengan Yudhoyono juga menolak menjelaskan perihal penyusunan kabinet. “Tunggu saja, saya tidak tahu apa-apa,” kata Sudi Silalahi.
Usai acara pelantikan, Yudhoyono dan Jusuf Kalla langsung ke istana. Mereka sempat meninjau Istana Merdeka, Istana Negara, Kantor Kepresidenan dan Wisma Negara. Selanjutnya sekitar pukul 15.00 WIB tadi, Yudhoyono menyampaikan pidato politiknya di Istana Merdeka.
Sedianya pidato itu akan dibacakan saat pelantikannya di Gedung DPR/MPR. “Tapi karena aturan dan etika politik, saya membacakannya di sini,” katanya.
Selanjutnya, sekitar pukul 17.00 WIB Yudhoyono menerima kunjungan kehormatan dari PM Malaysia Abdullah Badawi dan Kepala Negara Brunai Sultan Hasanal Bolkiah. Ketiga kepala negara itu sempat berbuka puasa bersama di Istana Negara.
Sementara, Dino Patti Jalal mengatakan sekitar pukul 20.00 Presiden Yudhoyono telah menerima telepon dari Vladimir Putin. Selain memberikan ucapan selamat, kedua presiden membahas prospek kerja sama dalam bidang militer dan pemberantasan terorisme, serta kemungkinan kunjungan kenegaraan antara kedua pemimpin negara di masa mendatang.
Sebelumnya saat menerima delegasi pemerintah Malaysia yang dipimpin PM Abdullah Badawi, Presiden Yudhoyono membahas penyelesaian masalah tenaga kerja Indonesia. Kedua pemimpin negara sepakat untuk menyerahkan pembicaraan masalah ini ke tingkat menteri.
Yura Syahrul/Sapto Pradityo - Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|