Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Selamat Bekerja Pemerintah Baru
Rabu, 20 Oktober 2004 | 10:03 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Proses seleksi para calon menteri kabinet Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla selesai kemarin. Namun, penentuan akhirnya dikabarkan berlangsung alot akibat tarik-menarik kepentingan sejumlah kubu pendukung pasangan itu.

Kendati begitu, Andi Mallarangeng, juru bicara Yudhoyono, memastikan, kabinet akan diumumkan malam nanti di Istana Negara. "Pemanggilan di Cikeas sudah mendapatkan 30 menteri terpilih," katanya di kediaman Yudhoyono, Puri Cikeas Indah, Bogor, kemarin. Empat calon lainnya ditemui Yudhoyono tadi malam di luar Cikeas.

Dari sejumlah informasi yang dikumpulkan Tempo, tarik ulur berbagai kubu masih terjadi hingga Selasa malam, terutama untuk pos Menteri Ekonomi. Aburizal Bakrie memiliki peluang kuat untuk menjadi Menteri Koordinator Perekonomian karena didukung sejumlah partai, termasuk Partai Golkar.

Rizal Ramli, berdasarkan informasi hingga pukul 22.00 WIB, akan menempati kursi Menteri Keuangan. Ia menggeser Sri Mulyani, kandidat yang direncanakan mengisi pos Menteri Perencanaan Pembangunan. "PKS (Partai Keadilan Sejahtera) tetap menolak keras masuknya Sri Mulyani yang dianggap pro-IMF," ujar sumber.

Aburizal yang sempat merasa dituding sebagai konglomerat hitam telah bertemu para pengurus PKS untuk meminta klarifikasi pada Senin malam. Sekjen PKS Anis Matta membenarkan pertemuan itu. "Kini semua sudah clear," ujarnya.

Anis juga mengakui, partainya masih menolak Sri Mulyani menjadi menteri keuangan. Menurut dia, PKS ingin menjaga citra pemerintahan Yudhoyono yang akan negatif atas masuknya Direktur IMF itu. "Kami tidak memiliki masalah pribadi dengan Ibu Sri," katanya,"tapi publik masih menganggapnya sebagai bagian dari IMF, dan itu tidak baik bagi citra pemerintahan SBY."

T.B. Silalahi, anggota tim sukses yang kini merasa ditinggalkan Yudhoyono, dikabarkan juga bergerak. Kubu ini gencar berusaha memasukkan Purnomo Yusgiantoro, Menteri Pertambangan dan Energi, untuk menggeser Aburizal di pos Menko Perekonomian. Kubu yang sama berusaha memasukkan mantan Ketua Bapepam Jusuf Anwar menjadi Menteri Keuangan.

Karena kerasnya tarik-menarik, Sri Mulyani menyiratkan akan mundur jika Rizal Ramli tetap masuk pos ekonomi. Sayang, ekonom yang kini mukim di Amerika Serikat itu belum bisa dimintai konfirmasi. Hingga berita ini diturunkan, T.B. Silalahi juga belum bisa dihubungi.

Kepada wartawan, Yudhoyono mengakui, tak mudah memadukan berbagai kepentingan partai politik dan menentukan tokoh profesional yang tepat. "Tetapi, saya punya kriteria, prinsip dasar, serta menggunakan mekanisme dan aturan main yang demokratis," katanya.

Ia berharap, partai politik pendukungnya memperhatikan kriteria-kriteria yang ia buat. "Dengan demikian, tidak memberikan persoalan yang teramat sulit bagi saya untuk mengaturnya," ia menegaskan.

Hingga kemarin, yang sudah "pasti" baru untuk pengisi posisi "terpanas", Jaksa Agung, yakni Abdul Rahman Saleh. Setelah bertemu selama satu jam dengan Yudhoyono, Hakim Agung itu mengatakan, sang presiden menanyakan kesiapannya menjadi Jaksa Agung. Yudhoyono, katanya, banyak menekankan beratnya tugas jabatan itu.

"Kalau diangkat menjadi jaksa agung, SBY mengharapkan saya untuk bekerja keras dan tetap konsisten dalam penegakan hukum dan pemberantasan korupsi," kata Abdul Rahman. Yudhoyono, katanya, berjanji akan mendukung penuh langkah-langkahnya.

Pada hari yang sama, Yudhoyono menerima Jero Wacik, Taufiq Effendi (Partai Demokrat), M.S. Ka'ban, dan Yusril Ihza Mahendra (Partai Bulan Bintang). Seusai pertemuan, Yusril mengaku tidak dipanggil tuan rumah melainkan bertemu untuk membahas kabinet. "SBY menyampaikan kemajuan-kemajuan yang telah dicapai dalam proses penyusunan kabinet," kata Yusril yang disebut-sebut akan menempati pos Sekretaris Negara.

Dalam pertemuan, Yusril mengaku menjelaskan pernyataan Sahar L. Hasan, wakil ketua umum partainya, yang sempat "mengancam" akan menarik dukungan kepada Yudhoyono. Yusril menegaskan, hal itu hanya pernyataan pribadi Sahar.

cahyo junaedy/metta/ali ny/budi s


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Yudhoyono Langsung Tinggal di Istana
Megawati Pagi Ini Masih di Kebagusan
Yudhoyono Temui Pemimpin Negara Sahabat
Riswanda : SBY Cuma Umbar Janji
Gus Dur Kecam Sikap Diskriminatif Jusuf Kalla
SBY Meniru Soeharto dalam Menyusun Kabinet
Masyarakat Aceh Tuntut Pemerintahan Transisi
Hidayat Nur Wahid Ingin Bertemu dengan Mega
Hidayat Nur Wahid Tetap Inginkan Anggota MPR Sederhana
Pengunjung Teleconference SBY-Kalla di Semarang Kecewa
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< October,2004>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data