|
Nasional
Yudhoyono Langsung Tinggal di Istana
Rabu, 20 Oktober 2004 | 09:57 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan langsung tinggal di Istana Negara setelah dilantik Majelis Permusyawaratan Rakyat pagi ini. Sorenya, dia akan memberikan pidato pertamanya sebagai Presiden RI ke-6. "Ini pidato resmi," kata Andi Mallarangeng, pengamat politik yang kini menjadi juru bicara Yudhoyono, kemarin.
Setelah itu, Yudhoyono akan bertemu dengan sejumlah pemimpin negara sahabat yang hadir khusus untuk pelantikannya. Ia juga akan berbuka puasa di tempat tinggal barunya. Pada pukul 20.00 WIB, Yudhoyono dijadwalkan mengumumkan kabinetnya.
Yudhoyono tak akan menyampaikan pidato pelantikan. Rapat pemimpin MPR kemarin memutuskan, agenda yang semula direncanakan itu batal karena "presiden tidak dipilih anggota Majelis, melainkan dipilih langsung oleh rakyat."
Ketua MPR Hidayat Nur Wahid menjelaskan, pelantikan Yudhoyono dan Jusuf Kalla sebagai wakil presiden akan diawali pembacaan berita acara hasil pemilihan presiden putaran pertama dan kedua oleh Komisi Pemilihan Umum. Lalu dilakukan pengambilan sumpah dan janji presiden terpilih. "Setelah itu, pengucapan selamat," kata Hidayat.
Hidayat menyatakan, MPR akan memberi Yudhoyono kesempatan berpidato jika mantan presiden Megawati Soekarnoputri hadir. Kesempatan yang sama diberikan untuk Ketua Umum PDI Perjuangan itu. "Jadi keduanya sama-sama berpidato," tuturnya.
Namun, kemungkinan Mega hadir tampaknya kecil. Wakil Ketua Fraksi PDI Perjuangan di DPR Panda Nababan bahkan memastikan ketua umum partainya tidak akan hadir. Ia berpendapat, undangan MPR untuk Megawati "tidak layak direspons karena menyalahi tata tertib." Alasannya, undangan dikirim tanpa keputusan bersama dan konsultasi antara pemimpin MPR dan fraksi-fraksi. "Sampai kapan pun, matahari tidak bisa kembar," katanya, "Dan besok (hari ini) mataharinya adalah Pak SBY."
Yang pasti hadir justru para pemimpin negara sahabat. Sekretaris Jenderal MPR Rahimullah menyatakan, Perdana Menteri Malaysia Abdullah Badawi, PM Australia John Howard, PM Singapura Lee Hsien Loong, dan PM Timor Leste Marie Alkatiri memastikan hadir. Sultan Brunei Darussalam Hassanal Bolkiah serta utusan khusus pemerintah Belanda, Jepang, dan Korea Selatan juga datang.
Para mantan presiden dan wakil presiden juga diundang, tapi hingga kemarin baru mantan wapres Try Sutrisno yang memastikan hadir. Mantan presiden Soeharto, B.J. Habibie, Abdurrahman Wahid, dan mantan wapres Sudharmono menyatakan tidak hadir dengan alasan berbeda.
Proses "peralihan" di Istana Wakil Presiden dari Hamzah Haz ke Jusuf Kalla justru berlangsung mulus kemarin. Hamzah membuat "welcome party" bagi Kalla.
Seusai acara, Kalla menyatakan masih berharap Mega dan Hamzah bakal hadir di MPR pagi ini. Kehadiran kedua mantan pemimpin negara itu ia nilai penting "demi mulusnya perpindahan kekuasaan".
Hamzah mengatakan, kehadirannya sangat bergantung pada Mega. "Saya sebenarnya siap hadir," kata Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan itu.
cahyo junaedy/ecep s. yasa/sapto pradityo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|