Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

KPK Tidak Ambil Alih Kasus BNI
Selasa, 19 Oktober 2004 | 18:41 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak akan mengambil alih penanganan korupsi di Bank Negara Indonesia Cabang Kebayoran Baru yang merugikan negara Rp 1,7 triliun.

Selain itu, KPK juga belum berniat menyelidiki adanya dugaan suap dalam pemeriksaan tersangka Adrian Herling Wowuruntu oleh Polri. "Belum, kita belum mengadakan rapat pimpinan untuk mengambil alih BNI," kata Amin Sunaryadi, Wakil Ketua KPK, di kantornya, Selasa (19/10).

Beberapa waktu lalu Mabes Polri pernah menawarkan pada KPK untuk menyelesaikan kasus korupsi di BNI Cabang Kebayoran Baru dengan tersangka 15 orang. Namun, sampai saat ini, KPK belum mengambil alih kasus ini. Bahkan tersangka Adrian Waworuntu tidak diketahui keberadannya.

Selain itu, Tim Propam Mabes Polri juga sudah memeriksa 12 penyidik Polri di jajaran Direktorat II Ekonomi Khusus termasuk Brigjen Pol Samuel Ismoko sebagai Direkturnya.


Sutarto - Tempo

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Kapolri: Adrian Waworuntu Kemungkinan Menuju Singapura
Bank BNI Kucurkan Kredit ke PT PAL Indonesia
Pemeriksaan Penyidik Polri Belum Ditemukan Dugaan Suap
Jaksa Tuntut John Hamenda 20 Tahun Penjara
Kepala Reserse dan Direktur II Ekonomi Khusus Diperiksa
Polisi Amati Gerak-gerik Adrian di Los Angeles
Jane Iriyani Lumowa Divonis Delapan Tahun
Polri Kirim Tim Tangkap Adrian di Amerika
Putusan Perkara Jane Lumowa Dibacakan Hari Ini
Soal Adrian Waworuntu, FBI Belum Tahu
> selengkapnya...


Referensi

PP RI No. 32 Tahun 2000 Tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara RI Ke Dalam Modal Perusahaan Perseroan ( Persero ) PT. BNI Tbk Dalam Rangka Program Rekapitalisasi Bank Umum
PP RI No. 52 Tahun 1999 Tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara RI ke Dalam Modal Perusahaan Perseroan (Persero) PT. BNI Tbk, Perusahaan Perseroan (Persero) PT. BRI, Perusahaan Perseroan (Persero) PT. BTN, dan Perusahaan Perseroan (Persero) PT. Bank Ma

Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< October,2004>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data