|
Nasional
Hidayat Nur Wahid Ingin Bertemu dengan Mega
Selasa, 19 Oktober 2004 | 16:48 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Ketua MPR Hidayat Nur Wahid mengaku masih belum menerima konfirmasi kehadiran Presiden Megawati Soekarnoputri dalam acara pelantikan presiden terpilih Susilo Bambang Yudhoyono dan wakil presiden Jusuf Kalla, hingga Selasa siang ini (19/10). Namun dia tetap mengupayakan bertemu dengan Megawati dan meminta bantuan melalui Bambang Kesowo maupun Kiai Haji Hasyim Muzadi, agar Mega bersedia hadir.
Dari penjelasan Hasyim, menurut Hidayat, Megawati bersedia bertemu dengannya. Namun, belum bisa dipastikan waktunya.
Soal surat undangan untuk Megawati, Hidayat memang tidak mengirimkannya ke Sekretariat Negara melainkan ke Rumah Dinas di Jalan Teuku Umar dan rumah pribadi di Kebagusan. Hal itu menyebabkan Mensesneg Bambang Kesowo mempertanyakan surat itu.
Hidayat memandang penting kehadiran Mega dalam pelantikan Kepala Negara. MPR, kata Hidayat lagi, akan merasa bersalah jika pihaknya tidak mengundang Megawati yang masih menjadi Presiden saat pelantikan berlangsung. Selain itu, lembaga MPR juga akan dihujat publik khususnya warga PDIP jika pihaknya tidak mengundang Megawati yang juga Ketua Umum DPP PDI Perjuangan.
Anggota MPR dari fraksi PDI Perjuangan, Panda Nababan, kembali mempertanyakan prosedur pengiriman surat kepada Megawati. Menurut Panda, seharusnya pimpinan MPR berkonsultasi terlebih dahulu dengan fraksi-fraksi sebelum memutuskan mengundang Presiden Megawati. "Kalau yang sekarang terjadi kan keputusan pimpinan saja, seharusnya menjadi keputusan bersama sebagai lembaga melalui mekanisme kebersamaan," ujar Panda dengan nada tinggi.
Panda merasa saat ini terlalu banyak orang yang mengatur Megawati sebagai Presiden. Bahkan ia mengistilahkan ada upaya untuk menciptakan matahari kembar dalam satu situasi. Panda juga memastikan Megawati tidak akan hadir dalam pelantikan besok.
Ecep S. Yasa ? Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|