Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

JATAM Tuduh Nabiel Pejabat Publik Tak Bermoral
Selasa, 19 Oktober 2004 | 15:27 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) menuduh Menteri Lingkungan Hidup Nabiel Makarim sebagai pejabat publik tidak bermoral. Siti menuduh Nabiel melanggar surat keputusan (SK) yang telah dibuatnya. "Dia (Nabiel) sebagai pejabat publik menunjukkan tidak bermoral, dalam konteks ini semua sudah disepakati dalam SK," ujar Siti Maimunah, Koordinator Nasional JATAM, hari ini, Selasa (19/10).

Siti mengemukakan hal ini menanggapi sikap Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) dengan memberi pernyataan di beberapa media, baik lokal maupun internasional. Isi pernyataan tersebut, ujarnya, mengatakan tidak ada pencemaran di Teluk Buyat Minahasa Selatan Sulawesi Utara.

Siti menegaskan KLH, dalam hal ini Nabiel, harus mematuhi SK Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 97 Tahun 2004 tentang pembentukan tim penanganan kasus Buyat. Dalam SK itu, dinyatakan tim teknis akan memberi rekomendasi pada KLH untuk menindaklanjuti Kasus Buyat.

"Lha tim teknisnya saja belum selesai, kok dia (Nabiel) tiba-tiba leading (mendahului) dengan berkata di beberapa media tentang tidak adanya pencemaran di Buyat. Berarti dia sudah menipu proses yang sedang berjalan," ujarnya.

Siti tadinya berharap semua pihak punya itikad baik menunggu orang-orang yang tengah diskusi di dalam ruang Kalpataru Gedung KLH). "Tunggu saja. Jangan membuat sesuatu untuk mem-pressure (menekan) kita," tegasnya.

Siti menyatakan tindakan Nabiel tersebut intinya menekan tim teknis untuk membenarkan pernyataan KLH, dengan alasan publik sudah tahu faktanya.

Sebelumnya, Nabiel ketika ditemui wartawan menegaskan bahwa studi tentang Kasus Buyat sudah selesai, dan publik sudah tahu tentang hal itu. "Nanti tim teknis akan melapor ke tim pengarah, dan tim pengarah akan melapor ke menteri," tuturnya seraya mengatakan tidak akan memaksakan tim teknis untuk menyelesaikan tugasnya hari ini.

Nabiel menegaskan posisi KLH tetap pada laporan yang kemarin (18/10) dipaparkan dalam rapat internal tim teknis Kasus Buyat. "Jika ada yang mau dianalisis, ya dianalisis. Dan kalau ada yang salah, ya bisa diubah keputusannya," ujarnya.

Nabiel mengulangi pernyataannya terdahulu, yakni tentang kritik terhadap metode atau data yang digunakan timnya salah. "Apakah ada data yang salah? Apakah analisisnya salah? Kalau ada, saya akan ubah posisi," tegasnya.

Selain itu, Nabiel mengatakan hasil studi tim analisis Kasus Buyat yang isinya tidak ada pencemaran akan masus ke Mabes Polri sebagai data dukungan penyelidikan. Tentang perbedaan hasil penelitian KLH dan Mabes Polri yang akan mengubah proses hukum yang tengah berlangsung, Nabiel berkata, "Ya saya tidak tahu."


R.R Ariyani - Tempo

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Berkas Buyat Masih Diteliti Kejaksaan Sulawesi Utara
Rapat Internal Tim Teknis Kasus Buyat Berjalan Alot
Warga Empat Desa Gatal-Gatal Akibat Pencemaran
Rapat Kasus Buyat Berlangsung Tertutup
Ketua MPR Serukan Wakil Rakyat Peduli Lingkungan
Korban Buyat dan Newmont Tempuh Jalur Mediasi
Nabiel Makarim: Kasus Buyat, Tinggal Tunggu Analisis Terakhir
Kejaksaan: Berkas Buyat Belum Lengkap
Polisi Lengkapi Berkas Perkara Tersangka Newmont
Kualitas Air Tanah dan Sungai di Jakarta Mengkhawatirkan
> selengkapnya...


Referensi

Laporan Tim Peer Review Soal Kasus Teluk Buyat
Laporan Hasil Pemeriksaan Laboratoris Kriminalistik Teluk Buyat
UU RI No.9 Thn.1960 Tentang Pokok - Pokok Kesehatan
PP RI No.39 Thn.1995 Tentang Penelitian Pengembangnan Kesehatan
PP RI No.32 Thn.1996 Tentang Tenaga Kesehatan
Sebaran Demam Berdarah Dengue 1968 - 2003
Cakupan Pengobatan Massal
> selengkapnya...

Website

PT Freeport Indonesia
Newmont Indonesia
Berita Bumi
Situs INFORM
Departemen Kesehatan
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< October,2004>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data