Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

SBY Dialog dengan Rakyat 18 Kota
Selasa, 19 Oktober 2004 | 14:24 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Presiden terpilih Susilo Bambang Yudhoyono, siang ini Selasa (19/10) mengadakan dialog jarak jauh melalui tekonologi telekonfrensi dengan perwakilan masyarakat di 18 kota. Yakni, di Jayapura, Banda Aceh, Medan, Samarinda, Banjarmasin, Pekan Baru, Batam, Palembang, Semarang, Yogyakarta, Bandung, Surabaya, Makassar, Denpasar, Blitar, Jakarta.

Dalam dialog tersebut, secara umum masyarakat mengemukakan harapan-harapannya tentang penegakan hukum, pembukaan lapangan kerja, pengentasan kemiskinan, dan pembangunan ekonomi masyarakat didaerah tertinggal. Menanggapi harapan-harapan tersebut, SBY tak terlalu banyak memberikan janji. Kebanyakan SBY menjawab, 'harapan dan keinginan bapak-bapak, ibu sudah saya dengarkan dengan baik'.

Menurut Pakar Komunikasi, Effendy Ghazali, dialog semacam ini adalah gebrakan awal SBY yang bagus, di tengah tarik menarik kepentingan partai politik terhadap presiden terpilih tersebut. "Melalui cara ini, SBY bisa mengatakan bahwa di belakang saya ada rakyat, lo, yang mendukung saya," katanya. Effendy yakin, pola semacam itu efektif walau dengan waktu yang terbatas bisa berkomunikasi dengan banyak orang diberbagai tempat. Dia juga meyakini dialog seperti ini sangat berpengaruh kepada masyakarat setempat, karena mereka akan merasa ada perwakilannya yang bicara dengan presiden.

Namun, Effendy menyayangkan, format dialog yang dikemas terlalu normatif. "Sehingga kesannya antar kalangan elit saja. Meskinya, ada peserta dialog yang menggunakan pakaian bebas saja, seperti pakaian sehari-hari. Apakah dia berpakaian nelayan, pedagang sehingga kesannya tidak formal," ujarnya. Effendy juga menyayangkan, tim sukes SBY yang menyeting dialog dengan mengedepankan harapan-harapan. Menurut dia, sebaiknya dalam dialog itu masyarakat hanya mengemukakan dukungan-dukungannya saja dengan bahasa daerah. "Kalau hanya harapan, itu sudah dikemukan dalam kampanye terdahulu," ujarnya.

Thontowi - Tempo

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Kalla Harapkan Mega-Hamzah Hadiri Pelantikan SBY
MPM Serukan SBY-JK Tetap Jaga Sinergi
Seleksi Kabinet SBY Selesai Hari Ini
Presiden Larang Menteri Keluarkan Kebijakan Strategis Hingga 20 Oktober
Megawati Tidak akan Hadiri Pelantikan SBY
Yudhoyono Lanjutkan Seleksi Calon Menterinya
Dibalik Penolakan Megawati Menghadiri Pelantikan SBY
PBB Tetap akan Dukung Yudhoyono
Tim Kampanye Mega Hasyim Bantah Rendahkan KH Hasyim Asy'ari
Kehadiran Hamzah Tergantung Megawati
> selengkapnya...


Referensi

Jadwal Pemilu Presiden Putaran Kedua
Profil Megawati Soekarnoputri
Profil Susilo B. Yudhoyono
Profil Jusuf Kalla
Keputusan KPU tentang Kampanye Pemilu Presiden dan Wakil Presiden
PP RI No. 9 Tahun 2004 Tentang Kampanye Pemilihan Umum Oleh Pejabat Negara
UU Nomor 3 Tahun 1999 tentang Pemilihan Umum Presiden
Laporan Penelusuran Penyumbang “Bermasalah ”
> selengkapnya...

Website

Panitia Pengawas Pemilu
KPU
Pro SBY
Mega For President
Megawati-Hasyim Muzadi
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< October,2004>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data